SUMENEP, NOLESA.COM – Pengembangan ekonomi daerah di Kabupaten Sumenep diarahkan untuk lebih bertumpu pada kekuatan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendorong agar potensi lokal tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber produksi, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan arah pembangunan daerah harus melihat potensi yang tersedia sebagai modal utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi. Dampak pembangunan terhadap pendapatan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Potensi lokal harus menjadi kekuatan utama pembangunan. Daerah tidak bisa terus bergantung pada faktor dari luar jika ingin memiliki daya saing yang berkelanjutan,” katanya, Rabu, 20 Agustus 2026.
Sumenep sendiri memiliki beragam sektor yang berpotensi dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Di antaranya pertanian, perikanan dan kelautan, produksi garam, pariwisata, hingga sektor ekonomi kreatif.
Kaban Arif menyebut setiap potensi tersebut membutuhkan pola pengembangan yang berbeda. Karena itu, perencanaan pembangunan harus disesuaikan dengan karakteristik serta keunggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Pengembangan sektor unggulan juga tidak cukup hanya meningkatkan hasil produksi. Menurut Arif, mata rantai ekonomi perlu diperkuat mulai dari proses pengolahan, distribusi hingga pemasaran agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bappeda mendorong keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat perlu membangun kerja sama sesuai peran masing-masing.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memperkuat berbagai kebutuhan pendukung, seperti inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, hingga membuka akses pasar bagi produk dan usaha masyarakat.
Di sisi lain, pemanfaatan potensi daerah tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab. Arif menekankan pentingnya memperhitungkan kondisi sosial dan kelestarian lingkungan dalam setiap kebijakan pengembangan potensi lokal.
Dengan pendekatan tersebut, sumber daya yang dimiliki Sumenep diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi dalam jangka pendek. Pengelolaan yang terarah juga dapat menjadi dasar untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Arif mengatakan, tujuan akhirnya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, bukan hanya terkonsentrasi pada sektor, kelompok, atau wilayah tertentu.
“Penguatan potensi lokal pada akhirnya diarahkan untuk membangun perekonomian yang inklusif. Pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok atau wilayah tertentu,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rifan Anshory









