Sekolah Islam dan Gender, Cara PMII Humaniora Park Mendorong Perempuan Berdikari dan Berkontribusi

Redaksi Nolesa

Senin, 19 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, NOLESA.com – PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sekolah Islam dan Gender.

Sekolah Islam dan Gender PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora ini digelar di Pondok Pesantren Al-Qodir selama dua hari, yakni sejak Sabtu-Mingu 17-18 Juni 2023.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Being Human ; To Be Human”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekolah Islam dan Gender ini dibuka langsung oleh Ketua PC PMII D.I.Y Sahabat Mundhir.Pada kesempatan itu, Sahabat Mundhir mengungkapkan bahwa gender bukan hanya membahas tentang perempuan saja namun juga membahas kaum laki-laki.

Dalam membahas gender juga untuk memahami persoalan isu-isu gender, memahami peran gender masing-masing, citra diri kopri dan lebih memahami akan nilai yang mereka miliki.

“Harapannya, dengan pembahasan isu gender ini dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan menyeimbangkan porsi laki-laki dan perempuan sebagaimana mestinya,” kata Sahabat Mundhir dalam sambutannya ketika membuka kegiatan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sumenep Telah Menyiapkan Teknis PPDB 2022

Lebih dari itu, Sahabat Mundhir juga berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang menjadi role model pergerakan baru yang kreatif dan kompetitif.

“Tentu dengan tetap mempertahankan dan memperjuangkan nilai-nilai yang ada di PMII,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan stadium general dan materi-materi yang disampaikan oleh para akademisi, dan pakar yang mumpuni dalam penguasaan materi. Tujuannya agar para peserta dapat memahami materi dengan maksimal.

Ketua pelaksana Sekolah Islam dan Gender Sahabti Fifi Kurnia mengatakan bahwa SIG ini merupakan sebuah agenda yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, kader-kader PMII diharapkan mampu menjadi kader yang memanfaatkan era digital untuk menyiarkan ajaran Islam sesuai dengan konsep ahlusunnah wal jamaah.

Selain itu, lanjut Sahabati Fifi, melalui SIG diharapkan agar kader dapat mengembangkan komitmen dan loyalitas terhadap organisasi serta meningkatkan kelekatan antar kader PMII.

Baca Juga :  Institut Sains dan Teknologi Annuqayah Gelar Workshop Pembuatan Sabun

“Kegiatan ini dirancang sedemikian rupa, dengan berbagai macam acara, agar dapat melahirkan kader-kader perempuan maupun laki-laki yang militan, loyal, cepat tanggap dalam isu-isu ke-gender-an dan memiliki kualitas dalam intelektual,” terang dia.

Semenetara itu, Ketua Rayon PMII Humaniora Park Nofail Hanf mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai susunan acara yang diharapkan dapat mengupas permasalahan yang berkaitan dengan gender, melihat dan menganalisa bagaimana konsep yang ditawarkan dan dikemukakan Islam dalam memandang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.

Selain itu, guna menumbuhkan kesadaran bahwa laki-laki patut mendukung perempuan untuk berdikari serta mendorongnya untuk ikut serta dalam berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.

“Melihat isu lingkungan dari perspektif gender. Meskipun begitu, dalam realitanya masih banyak yang membedakan peran keduanya. Perbedaan jenis kelamin, konsep patriarki ataupun pemahaman budaya tertentu ditengarai menjadi penyebabnya. Pembedaan gender tersebut akhirnya menyebabkan perempuan pun laki-laki sering mengalami hambatan. Situasi ini kemudian berpengaruh pada rendahnya kualitas hidup mereka,” papar Sahabat Nofail.

Baca Juga :  Kopri Rayon Said Budairi PMII Guluk-Guluk Gelar Makrab dan Peringatan Hari Ibu

Dalam konteks Sekolah Islam dan Gender PMII Humaniora Park metode ini dilakukan agar peserta mampu memahami materi secara mendalam dengan berdiskusi melalui review materi dan menganalisa suatu kasus menggunakan kerangka teoritik dari materi-materi yang telah disampaikan.

Selanjutnya hasil analisa tersebut dipetakan melalui pembuatan main mapping yang selanjutnya akan dipresentasikan dalam forum general review perkelompok

Pada forum review materi tersebut peserta secara keseluruhan berdialog dalam memecahkan satu persoalan secara bersama-sama menggunakan hasil dari review materinya masing-masing.

Selanjutnya, peserta akan diarahkan untuk memecahkan permasalahan yang telah didiskusikan dengan merekomendasikan suatu pemecahan masalah baik itu dalam bentuk gerakan, releasse, dan pernyataaan sikap atau dalam bentuk kegiatan lainnya.


Penulis : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Inovasi Layanan Pendidikan, Bupati Bangkalan Luncurkan Bus Sekolah Gratis
Pasca Banjir Aceh, PKB Siapkan Program Pendidikan Gratis Bagi Santri Darul Munawwarah
Dr. Ir. Rudiyanto Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum PPIA UPN “Veteran” Yogyakarta
Wisuda ke-IV UNIBA Madura Cetak Sarjana Ekbis dan Sainstek
Unija Madura Kukuhkan 285 Perawat dan Bidan
BI Nobatkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sebagai Pesantren Ter-Digital di Jatim
Pengembangan Hutan Kampus Universitas Annuqayah Dapat Dukungan Alumni dan Simpatisan
Strategi SMA DDI Masalembu untuk Mempercepat Pemerataan Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:55 WIB

Inovasi Layanan Pendidikan, Bupati Bangkalan Luncurkan Bus Sekolah Gratis

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:34 WIB

Pasca Banjir Aceh, PKB Siapkan Program Pendidikan Gratis Bagi Santri Darul Munawwarah

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:03 WIB

Dr. Ir. Rudiyanto Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum PPIA UPN “Veteran” Yogyakarta

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:52 WIB

Wisuda ke-IV UNIBA Madura Cetak Sarjana Ekbis dan Sainstek

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:41 WIB

Unija Madura Kukuhkan 285 Perawat dan Bidan

Berita Terbaru

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya (Foto: Istimewa)

Nasional

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:26 WIB