Hasil Kajian Bappeda Sumenep dengan Universitas Negeri Jember: Siap Kemmbangkan Potensi Srikaya

Redaksi Nolesa

Senin, 1 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Sumenep memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Salah satunya komoditas Srikaya. 

Selama ini program pengembangan kawasan/sentra agribisnis yang dilakukan pemerintah belum sepenuhnya dapat membuat petani lebih berdaya.

Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan maupun pelaksanaan program pengembangan, seperti dalam pengembangan potensi komoditas Srikaya di Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komoditas srikaya merupakan satu diantara komoditas hortikultura di Indonesia yang dinilai prospek untuk dikembangkan. Di Kabupaten Sumenep, Komoditas Srikaya merupakan komoditas unggulan, yang pengusahaannya tersebar di 3 wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Saronggi, Bluto dan Talango dengan populasi kurang lebih 81.312 pohon.

Potensi komoditas srikaya yang menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat, dihadapkan beberapa kendala dan tantangan, antara lain: (1) pengembangan srikaya masih terbatas sebagai tanaman perkarangan rumah bukan untuk dikomersilkan; (2) umur tanaman relatif tua, sehingga produktivitas rendah; (3) kegiatan agroindustri memanfaatkan berbagai bagian dari tanaman srikaya belum tumbuh berkembang di masyarakat kawasan/sentra; dan (4) akses pemasaran komoditas srikaya terbatas, karena belum ada teknologi penanganan pasca panen yang baik; dan (5) petani sebagai pelaku utama yang terlibat secara langsung dalam budidaya komoditas srikaya, akan tetapi pendapatan yang diterima relatif rendah dibandingkan dengan para pelaku lain dalam mata rantai agribisnis.

Baca Juga :  Selesai Ikuti Pengajian Ramadan, Bupati Fauzi Salurkan Zakat Fitrah

Oleh karena itu, guna memaksimalkan pengembangan komoditas potensi Srikaya di Kabupaten Sumenep, Pemerintah melalui dinas terkait harus melakukan berbagai upaya peningkatan areal tanam, inovasi teknik produksi intensif dan perbaikan penanganan pasca panen melalui program pemberdayaan secara terencana, terpadu dan berkesinambungan melalui pembentukan lembaga klinik agribisnis.

Demikian hasil kajian “Pengembangan Sentra Agribisnis Komoditas Srikaya Berbasis Pemberdayaan Di Kabupaten Sumenep“ yang dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Universitas Negeri Jember.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Yayak Nur Wahyudi melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Sumenep Helmi menyatakan bahwa Lembaga klinik agribisnis nantinya bisa berfungsi sebagai (1) learning centre atau pusat pembelajaran bagi para petani mengenai aspek teknologi yaitu good agricultural practices dan good postharvest practices; (2) wahana untuk memfasilitasi kegiatan bisnis pertanian atau kemitraan di antara para aktor pasar, seperti petani yang diwakili oleh kelompoknya, pedagang, pengusaha, lembaga keuangan dan lain sebaginya; (3) memberikan layanan prima secara langsung ke lokasi-lokasi pertanian berkenaan dengan teknologi dan bisnis; dan (4) memberikan pengendalian baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap masalah yang dihadapi petani.

Baca Juga :  Cegah Peredaran Narkoba di Pulau Masalembu, Pemdes Masalima Mendapat Dukungan BNN Sumenep

“Klinik agribisnis ini sepenuhnya harus diinisiasi dan difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep. Oleh karena banyaknya cakupan layanan yang akan dilakukan pada petani pembudidaya komoditas srikaya, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep tidak akan optimal peran dan kontribusinya tanpa dukungan banyak pihak, sehingga perlu bersinergi dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,” kata Kabid Helmi.

Baca Juga :  Festival Musik Tong-tong se-Madura Sukses Digelar

Proses pemberdayaan melalui Kelembagaan Klinik Agribisnis tersebut lanjutnya akan mencakup 4 (empat) komponen, yaitu : Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan.

“Nantinya, Lembaga Klinik agribisnis di wilayah sentra penghasil komoditas srikaya, perlu di dukung ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang untuk kegiatan konsultasi, baik alat uji tanah, pH meter, seperangkat komputer, jaringan komunikasi elektronik/ internet maupun peralatan lain“ tuturnya.

Kabid Helmi berharap dinas-dinas terkait sepenuhnya mendukung pengembangan komoditas Srikaya di masa mendatang. Seperti Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan dengan memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku agroindustri berbahan baku srikaya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan manajemen usaha secara berkelanjutan.

“Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) bisa mendorong kontribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk ikut aktif mengembangkan kerjasama pengembangan komoditas srikaya serta mendorong Pemerintah Desa mengalokasikan anggarannya untuk memfasilitasi berbagai infrastruktur yang mendukung pengembangan komoditas srikaya,” harap Kabid Helmi.(*)


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media
Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah
Pemkab Sumenep Launching Logo Hari Jadi ke-758
Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung
Wakil Bupati Sumenep Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Giligenting
DPRD Trenggalek Perjuangkan PPPK Tak Terdampak Pembatasan Belanja Pegawai

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:48 WIB

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Senin, 22 Juni 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:40 WIB

Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:02 WIB

Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Nyaman dalam Ketakutan

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WIB