BANGKALAN, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur terus berupaya memperluas pemerataan jaringan listrik hingga ke pelosok desa.
Salah satu upaya yang tengah dilakukan Pemkab Bangkalan ialah melakukan pemutakhiran data sekaligus mematangkan usulan titik lokasi listrik desa yang akan menjadi prioritas pemenuhan pada 2027.
Pembahasan mengenai rencana tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pemenuhan Titik Lokasi Usulan Listrik Desa Kabupaten Bangkalan Tahun 2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan berlangsung di Aula Diponegoro Pemkab Bangkalan, Kamis kemarin, 24 September 2026, dan dipimpin Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah membuka peluang bagi kecamatan yang masih memiliki wilayah dengan kebutuhan listrik untuk mengajukan tambahan titik lokasi. Sampai saat ini, usulan yang telah masuk berasal dari tiga kecamatan dengan total lima desa.
Meski demikian, proses pengajuan masih membutuhkan penyempurnaan sejumlah informasi pendukung. Data lokasi, khususnya titik koordinat, menjadi salah satu kelengkapan penting agar setiap usulan dapat dipetakan dan diverifikasi secara akurat.
Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far mengingatkan pemerintah kecamatan agar memanfaatkan kesempatan pengajuan tersebut dengan menyiapkan data secara lengkap.
“Harapan kami, seluruh kecamatan dapat mengajukan usulan yang dilengkapi dengan data dan titik koordinat yang akurat. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah pedesaan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Wabup Fauzan.
Menurut Wabup Fauzan, ketepatan dan kelengkapan data akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan. Dengan begitu, program yang disiapkan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Pemkab Bangkalan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan organisasi perangkat daerah terkait. Koordinasi tersebut diperlukan agar proses pendataan berjalan optimal dan seluruh kebutuhan yang ada di lapangan dapat teridentifikasi dengan baik.
Wabup Fauzan menilai perluasan akses listrik memiliki dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Selain menyediakan penerangan, keberadaan jaringan listrik turut menunjang kegiatan belajar, aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial di desa.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi desa yang belum mendapatkan aliran listrik maupun jaringan listrik,” pungkasnya.
Pemkab Bangkalan berharap proses pemutakhiran data dan pengusulan titik lokasi listrik desa ini dapat menjadi bagian dari agenda berkelanjutan dalam memperluas akses kelistrikan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan. (rbt)






