SUMENEP, NOLESA.COM – Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep terus mengoptimalkan berbagai potensi daerah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Kabupaten Sumenep, wilayah yang terdiri atas 20 desa ini juga memiliki kekuatan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerajinan tradisional, hingga pelayanan publik berbasis digital.
Camat Lenteng, Ir. Supardi, mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat. Kondisi lahan yang subur menjadikan Lenteng sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pangan, seperti padi, jagung, tembakau, dan palawija.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain pertanian, sektor peternakan sapi potong juga menjadi komoditas unggulan yang bernilai jual tinggi dan terus dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mendukung ketahanan pangan berbasis daging serta perdagangan hewan ternak regional,” ujarnya.
Menurut Supardi, potensi Lenteng tidak hanya bertumpu pada sektor agraris. Berbagai usaha rumahan dan industri kreatif juga berkembang serta mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Salah satu produk yang menjadi identitas Kecamatan Lenteng adalah Olet, kuliner tradisional berbahan singkong rebus, ketan hitam, parutan kelapa, dan gula merah cair yang hingga kini tetap diminati masyarakat.
Selain itu, Desa Lenteng Barat dan sejumlah wilayah sekitarnya dikenal sebagai sentra perajin pandai besi yang memproduksi beragam alat pertanian. Hasil produksi para perajin tidak hanya memenuhi kebutuhan petani di Sumenep, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah daerah lain.
Mantan Kabid Pemdes DPMD Sumenep itu mengatakan pemerintah kecamatan terus mendorong pengembangan UMKM dan industri lokal melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk.
“Potensi UMKM dan kerajinan tangan warga terus kami dorong melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kemitraan digital. Kami ingin produk Kecamatan Lenteng punya daya saing yang lebih luas,” katanya.
Di sisi lain, Pasar Lenteng juga memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas perdagangan yang menghubungkan kawasan barat dengan pusat Kota Sumenep. Untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat, pemerintah terus melakukan penataan pasar dan peningkatan infrastruktur jalan.
Tak hanya fokus pada penguatan ekonomi, Pemerintah Kecamatan Lenteng juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Berbagai inovasi terus dilakukan, di antaranya melalui pemanfaatan kanal pengaduan SP4N-LAPOR! serta pendampingan digitalisasi pemerintahan desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan akuntabel.
“Dengan keterpaduan antara ketahanan pangan, geliat UMKM, serta pelayanan publik yang responsif, kami optimistis Kecamatan Lenteng mampu menjadi kawasan mandiri yang berdaya saing tinggi di Kabupaten Sumenep,” pungkas Supardi. (*)
Penulis : Rusydiyono









