BANGKALAN, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan pemerintahan sebagai strategi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan Seleksi Tahap II Paparan Inovasi Daerah BRAVO INOTEK AWARD 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Rabu kemarin, 15 Juli 2026.
Pada tahapan ini, puluhan inovasi terbaik dari berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi pelayanan publik dipresentasikan di hadapan tim penilai yang berasal dari unsur pentahelix.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Presentasi tersebut menjadi bagian dari proses penilaian untuk menentukan inovasi yang dinilai paling berdampak terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak 30 nominator mengikuti seleksi tahap kedua. Mereka terdiri atas 15 inovasi kategori perangkat daerah, lima inovasi kategori kecamatan, lima inovasi kategori puskesmas, lima inovasi kategori sekolah, serta enam karya desain Batik Bangkalan.
Beragam inovasi yang dipresentasikan menawarkan solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik, mulai dari peningkatan efektivitas birokrasi, kemudahan akses layanan masyarakat, hingga penguatan daya saing daerah melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi.
Kepala Bapperida Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta, mengatakan BRAVO INOTEK AWARD tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarinstansi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk memastikan setiap inovasi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui ajang ini, kami berharap inovasi yang telah dikembangkan tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Wibagio, budaya inovasi harus tumbuh di setiap perangkat daerah agar birokrasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelayanan publik tidak hanya menjadi lebih cepat dan mudah diakses, tetapi juga lebih efektif, profesional, dan akuntabel.
Ia menambahkan, inovasi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Karena itu, setiap perangkat daerah didorong untuk terus melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui BRAVO INOTEK AWARD 2026, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap semangat berinovasi tidak berhenti pada proses penilaian, melainkan berkembang menjadi budaya kerja di seluruh perangkat daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat. (*)
Penulis : Robet









