SUMENEP, NOLESA.COM – Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menunjukkan komitmen terhadap penghematan energi dengan menggunakan becak sebagai sarana transportasi di lingkungan rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan efisiensi energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Aksi itu terlihat saat dr. Erliyati memilih menaiki becak untuk beraktivitas di kawasan RSUD Sumenep. Di tengah penggunaan kendaraan bermotor yang umum digunakan, pilihan tersebut dinilai menjadi simbol ajakan untuk memulai kebiasaan hemat energi dari lingkungan kerja.
Tidak hanya dilakukan secara pribadi, gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran manajemen rumah sakit. Sejumlah pejabat dan pegawai RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep turut menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi di area kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
dr. Erliyati mengatakan penghematan energi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak harus menunggu program besar, tetapi bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Penghematan energi bisa dimulai dari diri sendiri, bahkan dari hal-hal kecil. Tidak perlu menunggu langkah besar,” ujarnya.
Selain mengurangi konsumsi energi, penggunaan transportasi tradisional seperti becak juga dinilai memiliki dampak sosial bagi masyarakat. Kehadiran becak sebagai alat transportasi alternatif dianggap mampu membantu perekonomian para pengayuh becak di Kabupaten Sumenep.
“Transportasi tradisional seperti becak juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak,” tambahnya.
Langkah yang dilakukan Direktur RSUD Sumenep tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah warga dan keluarga pasien. Mereka menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kepemimpinan yang memberi teladan secara langsung kepada masyarakat maupun pegawai di lingkungan rumah sakit.
Aksi sederhana itu juga dinilai menjadi contoh konkret bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk pimpinan instansi pelayanan publik. Dengan memberikan contoh langsung, pesan mengenai pentingnya efisiensi energi dinilai lebih mudah diterima masyarakat.
Gerakan hemat energi yang digagas di lingkungan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. (*)
Penulis : Rusydiyono









