Saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Minta Waspada

Redaksi Nolesa

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Minta Waspada (Foto: Ist)

Saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Minta Waspada (Foto: Ist)

BOGOR, NOLESA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat atau arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin, 2 Februari 2026.

Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat memberikan taklimat, Presiden Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah agar waspada serta memahami berbagai tantangan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden Prabowo, saat ini dunia sedang menghadapi tantangan yang cukup kompleks, termasuk meningkatnya kekhawatiran akan pecahnya perang dunia ketiga.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan para pemimpin dunia di Eropa dan forum internasional, termasuk World Economic Forum (WEF) di Davos, Swis, muncul kekhawatiran luas terkait eskalasi konflik global yang berpotensi memicu perang berskala dunia.

“Hampir semua tokoh dunia merisaukan kemungkinan pecahnya perang dunia ketiga. Kalau itu terjadi dan melibatkan senjata nuklir, negara yang tidak terlibat sekalipun akan terdampak,” ujar Presiden Prabowo, seperti dikutip Info Publik, Senin 2 Februari 2026.

Baca Juga :  Simak Pembicaraan Presiden Jokowi dan Institusi Polri

Menurut Presiden Prabowo, dampak perang nuklir tidak hanya berupa konflik bersenjata, tetapi juga krisis lingkungan global, seperti kontaminasi radioaktif dan fenomena nuclear winter yang dapat menutupi sinar matahari selama puluhan tahun dan mengganggu kehidupan manusia secara luas.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak pada blok militer mana pun, serta menjunjung tinggi prinsip nonblok.

“Filosofi politik luar negeri kita jelas. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun,” tegasnya.

Namun, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa sikap nonblok tidak boleh dimaknai sebagai kelemahan. Menurutnya, Indonesia harus tetap memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional, karena dalam kondisi darurat, tidak ada jaminan negara lain akan datang membantu.

Baca Juga :  NU dan Muhammadiyah Terima Zayed Award Human Fraternity 2024

“Kalau kita diserang, tidak akan ada yang menolong kita. Karena itu, Bung Karno mengajarkan kita untuk berdiri di atas kaki sendiri, dan Panglima Besar Sudirman menanamkan keyakinan pada kekuatan bangsa sendiri,” katanya.

Presiden Prabowo menekankan bahwa dunia internasional tidak selalu berjalan sesuai idealisme. Dalam realitas global saat ini, kekuatan masih menjadi faktor dominan dalam hubungan antarnegara.

“Yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita. Itu kenyataan dunia saat ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara menegaskan bahwa tugas utama dirinya sebagai kepala negara adalah menjaga keselamatan bangsa dan melindungi rakyat Indonesia.

Ia menekankan bahwa Indonesia tidak berniat mengancam siapa pun, tetapi harus siap mempertahankan diri demi menjaga kedaulatan dan kekayaan sumber daya alam Nusantara.

Baca Juga :  Cak Fauzi Galang Dukungan untuk Reaktivasi Rel Kereta Api Madura

Presiden juga mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia sejak ratusan tahun lalu menjadi daya tarik bangsa-bangsa asing datang ke Nusantara. Namun, di balik kekayaan tersebut, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Ia mencontohkan kisah kemanusiaan rakyat Indonesia yang dikenang oleh pemimpin negara lain, di mana masyarakat yang hidup sederhana tetap berbagi kepada tamu meski dalam keterbatasan.

“Rakyat kita itu baik. Walaupun hidup sederhana, mereka tetap memberi yang terbaik kepada tamu. Ini karakter bangsa kita yang harus kita jaga,” tuturnya.

Presiden Prabowo menutup arahannya dengan menegaskan bahwa kewaspadaan, kemandirian, dan kebijaksanaan dalam bersikap merupakan kunci untuk melindungi rakyat dan menjaga Indonesia tetap damai di tengah dinamika global yang semakin kompleks. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan dan Sembako
Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno
Kata Menko Airlangga Terkait Upaya Pemerintah Hadapi Dinamika Global
Demi Kenyaman Mudik Idulfitri 1447 H, Imas Legislator PKB Tagih Komitmen BUMN Karya
Peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Meningkat
Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan
Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Novita Hardini Bongkar Ancaman Struktural Industri Film

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:39 WIB

Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan dan Sembako

Senin, 30 Maret 2026 - 15:24 WIB

Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:27 WIB

Kata Menko Airlangga Terkait Upaya Pemerintah Hadapi Dinamika Global

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:06 WIB

Demi Kenyaman Mudik Idulfitri 1447 H, Imas Legislator PKB Tagih Komitmen BUMN Karya

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:49 WIB

Peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Meningkat

Berita Terbaru

Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep, H. Hosnan Abrory naik sepeda ontel ke kantor DPRD Sumenep (Foto: Istimewa)

Daerah

Aksi Nyata Fraksi PDIP DPRD Sumenep Dorong Penghematan BBM

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:25 WIB

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Politik

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:45 WIB