Dua Bidan Puskesmas Gayam Menantang Ombak Demi Selamatkan Nyawa Ibu Hamil

Redaksi Nolesa

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua bidan Puskesmas Gayam, Sri Wahyuni, dan Rinawati saat berjuang menyelamatkan nyawa ibu hamil, Jumat, 25/7/2025 (foto: IST)

Dua bidan Puskesmas Gayam, Sri Wahyuni, dan Rinawati saat berjuang menyelamatkan nyawa ibu hamil, Jumat, 25/7/2025 (foto: IST)

SUMENEP, NOLESA.COM – Debur ombak menjadi saksi nyata dedikasi luar biasa dua bidan dari Puskesmas Gayam, Sumenep, Madura, Jawa Timur, demi menyelamatkan nyawa seorang ibu dan bayinya.

Mereka adalah Sri Wahyuni, dan Rinawati, yang tak gentar menantang ombak selama tiga jam pelayaran dari Pulau Sapudi demi menyelamatkan nyawa perempuan berinisial M.

M yang merupakan warga Desa Kalowang ini tengah hamil dengan usia kandungan tujuh bulan yang mengalami pendarahan hebat sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Dengan naik kapal motor sederhana yang menjadi satu-satunya sarana transportasi laut saat itu, kedua bidan mendampingi pasien sepanjang perjalanan.

Mereka terus memantau tekanan darah sang pasien, detak jantung janin, serta memberikan perawatan darurat seadanya.

Semua itu mereka lakukan di atas gelombang laut yang kurang bersahabat. Dengan penuh kepasrahan dan keyakinan mereka berlayar dengan penuh harap sang pasien bisa diselamatkan.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Bersama Bunda PAUD Hj Nia Kurnia Fauzi Komitmen Sukseskan Gerakan Literasi Keuangan bagi Anak Usia Dini

“Keselamatan ibu dan bayi adalah prioritas utama. Seberat apa pun perjalanan, kami siap mendampingi,” ungkap salah satu bidan dengan mata berkaca-kaca, Jumat, 25 Juli 2025.

Kisah ini menggambarkan kerasnya tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Sumenep. Jarak jauh, keterbatasan sarana, dan cuaca laut yang tak menentu menjadi tantangan harian yang dihadapi tenaga medis. Namun semangat dan keberanian mereka tak pernah surut.

Baca Juga :  Lantik 25 Pejabat Administrator, Bupati Fauzi Minta ASN Tingkatkan Kinerja dan Percepat Program Prioritas

Perjalanan tiga jam itu bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga simbol pengabdian dan keberanian yang luar biasa. Ini menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah besar, khususnya di daerah kepulauan.

Dedikasi Sri Wahyuni dan Rinawati layak menjadi inspirasi, sekaligus seruan untuk memberikan perhatian lebih bagi para pahlawan kesehatan di garis terdepan. Karena bagi mereka, menyelamatkan nyawa bukan hanya tugas, tapi panggilan hati.(*)

Penulis : Yon

Berita Terkait

Tekan Persoalan Sampah, KKN Posko 43 Bangun Rocket Stove di PP Mis Annibros I
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam
Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Tekan Persoalan Sampah, KKN Posko 43 Bangun Rocket Stove di PP Mis Annibros I

Rabu, 16 September 2026 - 11:02 WIB

BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Selasa, 15 September 2026 - 11:34 WIB

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam

Senin, 14 September 2026 - 20:18 WIB

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Psychological Safety

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:52 WIB

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB