SUMENEP, NOLESA.COM – Debur ombak menjadi saksi nyata dedikasi luar biasa dua bidan dari Puskesmas Gayam, Sumenep, Madura, Jawa Timur, demi menyelamatkan nyawa seorang ibu dan bayinya.
Mereka adalah Sri Wahyuni, dan Rinawati, yang tak gentar menantang ombak selama tiga jam pelayaran dari Pulau Sapudi demi menyelamatkan nyawa perempuan berinisial M.
M yang merupakan warga Desa Kalowang ini tengah hamil dengan usia kandungan tujuh bulan yang mengalami pendarahan hebat sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan naik kapal motor sederhana yang menjadi satu-satunya sarana transportasi laut saat itu, kedua bidan mendampingi pasien sepanjang perjalanan.
Mereka terus memantau tekanan darah sang pasien, detak jantung janin, serta memberikan perawatan darurat seadanya.
Semua itu mereka lakukan di atas gelombang laut yang kurang bersahabat. Dengan penuh kepasrahan dan keyakinan mereka berlayar dengan penuh harap sang pasien bisa diselamatkan.
“Keselamatan ibu dan bayi adalah prioritas utama. Seberat apa pun perjalanan, kami siap mendampingi,” ungkap salah satu bidan dengan mata berkaca-kaca, Jumat, 25 Juli 2025.
Kisah ini menggambarkan kerasnya tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Sumenep. Jarak jauh, keterbatasan sarana, dan cuaca laut yang tak menentu menjadi tantangan harian yang dihadapi tenaga medis. Namun semangat dan keberanian mereka tak pernah surut.
Perjalanan tiga jam itu bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga simbol pengabdian dan keberanian yang luar biasa. Ini menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah besar, khususnya di daerah kepulauan.
Dedikasi Sri Wahyuni dan Rinawati layak menjadi inspirasi, sekaligus seruan untuk memberikan perhatian lebih bagi para pahlawan kesehatan di garis terdepan. Karena bagi mereka, menyelamatkan nyawa bukan hanya tugas, tapi panggilan hati.(*)
Penulis : Yon









