JAKARTA, NOLESA.COM – Segala upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menyukseskan program Koperasi Merah Putih sebagai salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Upaya nyata itu dilakukan dua kementerian, yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). Dua kementerian ini bersinergi guna mendukung dan menyukseskan Koperasi Merah Putih.
Target kolaborasi antara Kemnaker dan Kemenkop UKM ini yakni membangun 80 ribu koperasi desa dan menciptakan 2 juta lapangan kerja di seluruh pelosok negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolaborasi dua kementerian ini sudah ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2025.
“Ini bukan hanya tentang koperasi, tapi tentang masa depan ekonomi desa dan penciptaan kerja. Ini solusi besar untuk tantangan ketenagakerjaan kita,” kata Menaker Yassierli, seperti dikutip infopublik.
Sementara, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi mengaku sangat menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan pentingnya transformasi koperasi menjadi lembaga modern dan profesional.
Menurutnya, Menkop Budi Arie, koperasi tidak hanya sebagai alat ekonomi, tetapi juga sebagai solusi jangka panjang terhadap ketimpangan ekonomi di desa di seluruh penjuru Nusantara.
“Kita ingin membentuk koperasi pekerja, koperasi pengemudi, koperasi kurir, dan berbagai model lain yang berbasis aplikasi dan digital,” ujar Menkop Budi Arie.
Untuk diketahui, kolaborasi dua kementerian ini mencakup tiga fokus utama: Pertama (Pemanfaatan infrastruktur BLK dan BLK Komunitas (BLKK) sebagai pusat pelatihan koperasi), Kedua (Pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas instruktur dan pelatihan kompetensi), dan Ketiga (Pemberdayaan ekonomi desa berbasis komunitas lokal untuk menciptakan koperasi yang relevan dengan kebutuhan setempat).(*)
Penulis : Arif
Editor : Ahmad Farisi









