Sumenep, NOLESA.com – Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo dan Hj. Dewi Khalifah (Fauzi-Eva) pada 2021 lalu, keduanya terus bekerja supaya Sumenep tambah sejahtera.
Kekompakan dua sosok pemimpin itu akhirnya membuahkan hasil. Kabupaten Sumenep terus menunjukkan perkembangan ekonomi yang menggembirakan. Salah satu indikator kemajuan ini adalah meningkatnya nilai investasi yang masuk ke Sumenep dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2024, total investasi yang tercatat telah mencapai Rp 2,6 triliun, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap potensi ekonomi daerah ini.
Berdasarkan data yang ada di DPMPTSP Kabupaten Sumenep, investasi di Kota Keris mengalami pertumbuhan yang stabil dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2021, nilai investasi berada di angka Rp 1,13 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 1,77 triliun pada tahun 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren positif ini berlanjut pada tahun 2023 dengan nilai investasi yang mencapai Rp 2,1 triliun dan akhirnya menembus angka Rp 2,6 triliun pada tahun 2024. Lonjakan investasi ini tidak hanya mencerminkan stabilitas ekonomi, tetapi juga daya tarik Kabupaten Sumenep sebagai wilayah yang ramah bagi dunia usaha dan investor.
Berbagai sektor berkontribusi terhadap peningkatan investasi ini, mulai dari infrastruktur, pariwisata, hingga sektor industri dan perdagangan.
Pemerintah Kabupaten Sumenep secara aktif mendorong pengembangan investasi dengan menyediakan berbagai insentif serta kemudahan dalam perizinan. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang semakin masif juga menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

Selain keberhasilan dalam sektor investasi, Kabupaten Sumenep juga menunjukkan capaian positif dalam pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan hasil Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2023 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, persentase penduduk miskin dan sangat miskin di daerah ini turun menjadi 10,63%. Sejak tahun 2020, angka kemiskinan di Sumenep telah mengalami penurunan yang signifikan sebesar 2,4%, menjadikannya salah satu daerah dengan pengurangan kemiskinan terbaik di Jawa Timur.
Tren penurunan angka kemiskinan ini terlihat dari data berikut: pada tahun 2020, angka kemiskinan di Sumenep tercatat sebesar 20,18%, meningkat sedikit menjadi 20,51% pada tahun 2021, sebelum akhirnya menurun menjadi 18,76% pada tahun 2022. Pada tahun 2023, angka ini kembali turun menjadi 17,78%, dengan proyeksi BPS untuk tahun 2024 menunjukkan angka yang sama, namun dengan penurunan lebih tajam sebesar 0,92%. Tidak hanya dalam persentase, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Jika pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 206.100 jiwa, maka pada tahun 2024 berkurang menjadi 196.420 jiwa atau turun sekitar 9.689 jiwa, setara dengan penurunan sebesar 4,7%.

Keberhasilan Kabupaten Sumenep dalam menekan angka kemiskinan tidak lepas dari berbagai program sosial dan ekonomi yang digencarkan oleh Pemkab Sumenep di bawah komando Fauzi-Eva kala itu.
Program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah memberikan dampak yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan sektor swasta, turut mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan.
Di tingkat Madura Raya, Kabupaten Sumenep berhasil mencatatkan persentase penduduk miskin yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa strategi pembangunan yang dijalankan telah memberikan hasil yang positif. Stabilitas ekonomi dan pertumbuhan investasi yang berkelanjutan telah menjadi faktor utama dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai capaian ini, Kabupaten Sumenep semakin menunjukkan diri sebagai daerah yang memiliki masa depan cerah dalam bidang ekonomi. Di bawah kepemimpinan Fauzi-Eva, Kabupaten Sumenep tidak hanya mencatatkan pertumbuhan investasi yang luar biasa, tetapi juga berhasil menekan angka kemiskinan dengan salah satu capaian terbaik di Jawa Timur. Dengan tren yang terus membaik, harapan untuk menjadikan Sumenep sebagai daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera semakin nyata di masa mendatang.
Bupati Fauzi mengaku semua keberhasilan itu tidak bisa lepas dari kekompakan semua pihak yang terus berkolaborasi dalam menjalankan semua program yang dicanangkan Pemkab Sumenep di era Bismillah Melayani periode pertama.
“Alhamdulillah, semua capaian itu merupakan bukti dari kekompakan semua pihak,” ucap Bupati Fauzi seraya mensyukuri keberhasilannya selama bersama Wakil Bupati Hj. Dewi Khalifah.
Penulis : Rusydiyono
Editor : Ahmad Farisi









