Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, DPP Tani Merdeka: Kolaborasi Kawal Kesejahteraan Petani Daerah

Redaksi Nolesa

Kamis, 13 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, saat mengunjungi lahan pertanian di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu, 12/2/2025, kemarin (Foto: untuk nolesa.com)

Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, saat mengunjungi lahan pertanian di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu, 12/2/2025, kemarin (Foto: untuk nolesa.com)

Pamekasan, NOLESA.com – Musim panen garam di daerah seringkali menghadirkan tantangan tersendiri bagi petani. Masalah utama yang dihadapi adalah penyerapan hasil garam yang tidak optimal, sehingga menyebabkan penumpukan stok yang berdampak pada turunnya harga dan merugikan petani.

Hal tersebut menjadi perhatian serius Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, saat mengunjungi lahan pertanian di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu (12/2) kemarin. Kunjungan Don Muzakir didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Jatim, Riki, Ketua DPD Tani Merdeka Sumenep, Achmad Jailani.

Don Muzakir mengaku prihatin melihat nasib petani garam di daerah. Anomali harga yang tidak stabil membuat petani garam memilih menumpuk hasil produksi alih-alih menjualnya. Kesejahteraan petani garam tentu sangat dipertaruhkan di tengah harga garam yang jauh bahkan dari biaya produksi petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi petani garam, masalah harga yang rendah bukan hanya soal pendapatan yang tidak mencukupi, tetapi juga soal keberlanjutan usaha mereka. Banyak petani yang terpaksa menanggung kerugian besar setiap kali panen, karena biaya produksi yang tinggi—mulai dari pembelian alat dan bahan, hingga biaya tenaga kerja—tidak sebanding dengan harga jual garam,” terang Don.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Peringatan Isra Mikraj dan Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Bupati Haji Achmad Fauzi Wongsojudo

Diterangkan Don, kunjungannya kali ini ke Madura dalam rangka menyerap aspirasi dan keresahan petani Garam. Hal ini penting sebagai bahan pertimbangan untuk diteruskan ke instansi pemerintah, seperti Kemendag, PT. Garam, dan lainnya.

“Setidaknya, kita dorong pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan PT Garam untuk menerbitkan Harga Eceran Tetap (HET) untuk garam lokal ke depan. Hal ini penting untuk meningkatkan dan melindungi petani atau petambak garam di daerah,” ungkap dia.

“Kemarin harga padi, jagung, dan singkong sudah ditetapkan (Harga Pembelian Petani atau HPP). Ke depan kita sinergi bersama untuk mendorong kesejahteraan petambak garam melalui stabilitas dan kontunuitas harga,” imbuhnya.

Don Muzakir menyebut, pihaknya akan berusaha keras untuk mengawal dan melaksanakan prioritas pemerintah soal ketahanan pangan nasional. Termasuk, tambahnya, melalui stop impor garam dan pabrik pengolahan produksi langsung dari petani melalui kerjasama pemerintah.

Baca Juga :  Jumlah Pengunjung Kian Bertambah, RSUD Sumenep Perlu Penambahan Lahan Parkir

“Kami di Pusat akan terus konsisten mengawal kesejahteraan petani dan petambak garam di daerah, utamanya di Madura. Kita bersama-sama memperjuangkan nasib petani dan petambak garam lokal di Madura dan Indonesia,” tegasnya.

Kunjungan Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, ke Madura sekaligus dalam rangka mengukuhkan dan melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Pamekasan dan Sumenep. Pengambilan sumpah dihelat di Ballroom Front One Hotel dan dihadiri Pj Bupati Pamekasan, Polres Pamekasan, Dandim, dan sejumlah instansi terkait.

Langkah Strategis

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Penasihat DPD Tani Merdeka Sumenep, Khalik, menjelaskan, Tani Merdeka harus konsisten mendukung pencapaian swasembada pangan di daerah. Tani Merdeka di daerah memiliki pengetahuan yang lebih komprehensif untuk melakukan langkah strategis.

“Meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal bisa distimulasi melalui sejumlah strategi, misalnya peningkatan akses teknologi pertanian, pemberdayaan melalui koperasi dan kelompok tani, kualitas produk pertanian dan diversifikasi hasil tani,” kata Khalik dalam sambutannya.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep Mampu Bertahan dan Nambah Juara

“Peningkatan infrastruktur dan akses pasar juga sangat penting. Hal ini untuk mengantisipasi hasil tani lokal tak terserap. Kolaborasi dengan sejumlah pihak, baik pemerintah, swasta, dan petani akan memudahkan memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan di tingkat nasional,” terang dia.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Sumenep, Achmad Jailani, mengapresiasi kedatangan Ketua DPP Tani Merdeka ke Madura. Menurutnya, kunjungan ke Madura akan menjadi spirit dan optimisme pengurus Tani Merdeka di daerah untuk mengawal cita-cita ketahanan pangan melalui optimalisasi pertanian.

“Relevan dengan yang disebutkan Ketua Umum Don Muzakir, Tani Merdeka di daerah akan giat melakukan kolaborasi bersama pemerintah atau swasta dan pendampingan bersama petani. Kolaborasi dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan lokal, terutama di Sumenep,” kata Jailani.

Penulis : Arif

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Bupati Sumenep Wajibkan Tamu Luar Daerah Diberi Hadiah Keris
Bupati Sumenep Tetapkan Harga Impas Tembakau 2026, Lindungi Petani dari Harga Rendah
Pemkot Batam Perluas Akses Beasiswa, Anak Hinterland Kini Tembus Kampus-Kampus Terbaik Indonesia
SKK V Resmi Dibuka, Kopri PMII Sumenep Siapkan Kader Perempuan Pelopor Perubahan Sosial
IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik
Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep
Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027
JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Bupati Sumenep Wajibkan Tamu Luar Daerah Diberi Hadiah Keris

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Bupati Sumenep Tetapkan Harga Impas Tembakau 2026, Lindungi Petani dari Harga Rendah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pemkot Batam Perluas Akses Beasiswa, Anak Hinterland Kini Tembus Kampus-Kampus Terbaik Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:13 WIB

Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep

Berita Terbaru