Surabaya, NOLESA.COM – Menyikapi dinamika politik nasional yang tidak stabil, Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya (FKMS) menyerukan ”aksi selamatkan demokrasi.”
Koordinator FKMS Ali Wafa, mengaku prihatin atas berbagai pelanggaran etika politik dan demokrasi yang dipertontonkan dengan terang-terangan belakangan ini.
”Kami memahami bahwa perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun, intimidasi dan manipulasi terhadap proses demokratis harus dihentikan,” ungkap Koordinator FKMS Ali Wafa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu pihaknya menyerukan aksi menyelamatkan demokrasi. Menurutnya, aksi ini bertujuan untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan sebelumnya, seperti transparansi, keadilan, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami bertekad untuk menyuarakan kebenaran dan mengawal jalannya proses demokrasi dengan seksama,” katanya.
Dalam seruan aksi ini, Mahasiswa Surabaya menegaskan beberapa poin penting:
1. Menuntut pejabat negara untuk berkomitmen reformasi: menjaga demokrasi dan menegakkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik yang aktif.
2. Memastikan Pemilu 2024 berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil), serta bebas dari manipulasi, intimidasi, atau pelanggaran lainnya.
3. Mengajak masyarakat sipil dan akademisi untuk mengawasi proses pemilu dengan seksama, serta melaporkan setiap bentuk pelanggaran atau ketidakberesan kepada pihak yang berwenang, demi menjaga integritas dan legitimasi hasil pemilu.
4. Mengajak masyarakat sipil untuk bersatu dan mempertahankan kedaulatan rakyat serta keutuhan bangsa Indonesia dari segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas demokrasi.
5. Menyelamatkan demokrasi dari penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan oligarki politik, serta memastikan bahwa pemerintahan yang terpilih mewakili kepentingan rakyat secara adil dan berkeadilan.
Dengan seruan ini, FKMS mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersatu dalam upaya menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia.
“Satukan suara kita, mari bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Penulis : Wail Arrifki
Editor : Ahmad Farisi









