Novita Hardini: Ekonomi Kreatif Tak Boleh Tinggalkan Pekerjanya

Redaksi Nolesa

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini: ekonomi kreatif tak boleh tinggalkan pekerjanya (Foto: Ist)

Novita Hardini: ekonomi kreatif tak boleh tinggalkan pekerjanya (Foto: Ist)

JAKARTA, NOLESA.COM – Ekosistem ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan digadang-gadang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Namun, di balik geliat industri yang kian ekspansif tersebut, kondisi pekerja kreatif justru masih berada dalam situasi rentan dan belum mendapatkan perlindungan yang memadai dari negara.

Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, menilai pertumbuhan ekonomi kreatif belum sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para pelakunya, terutama pekerja lepas dan gig worker yang mendominasi sektor ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ekonomi kreatif tumbuh, tapi kesejahteraan pekerjanya tertinggal. Ini paradoks yang harus segera diselesaikan,” ujar Novita dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu kemarin, 28 Januari 2026.

Baca Juga :  Pengurus PP Pemuda Muhammadiyah Melangsungkan Pertemuan dengan Presiden Jokowi

Politikus cantik PDIP ini menjelaskan, mayoritas pekerja kreatif bekerja tanpa kontrak jangka panjang dan tidak memiliki kepastian perlindungan sosial. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sepanjang 2025, sambung Novita, sejumlah subsektor ekonomi kreatif dilaporkan mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya pada jenis pekerjaan kreatif dasar yang mulai tergantikan oleh otomatisasi.

“Transformasi teknologi tidak boleh dibayar dengan mengorbankan manusia. Negara harus hadir memastikan transisi ini berjalan adil,” tegasnya.

Novita juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses jaminan sosial bagi pekerja kreatif. Banyak pekerja lepas belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik untuk jaminan kecelakaan kerja, hari tua, maupun pensiun.

Baca Juga :  Berikut Target Pasca Diresmikannya Tol Cibitung oleh Presiden Jokowi

Menurutnya, sejumlah inisiatif pemerintah seperti layanan kesehatan gratis bagi pekerja kreatif memang patut diapresiasi, namun belum menyentuh akar persoalan.

“Diperlukan skema iuran jaminan sosial yang fleksibel dan adaptif dengan karakter kerja kreatif yang kontraknya pendek dan tidak tetap,” katanya.

Selain perlindungan sosial, Novita mendorong percepatan kebijakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar dapat dijadikan aset bankable. Dengan demikian, karya kreatif tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga dapat menjadi sumber pembiayaan resmi serta meningkatkan akses pekerja kreatif terhadap perlindungan asuransi.

Ia juga menyoroti persoalan transparansi royalti dan perlindungan hak cipta. Pembajakan digital masih marak, sementara sistem distribusi royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) kerap dinilai belum transparan dan lambat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Akan Lantik Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024, Berikut Jadwalnya

“Transparansi hak cipta bukan bonus, tapi hak dasar pekerja kreatif,” tegas Novita.

Politisi muda Fraksi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa perlindungan pekerja kreatif harus dibangun secara menyeluruh melalui keterkaitan tiga pilar utama, yakni transparansi HKI, stabilitas pendapatan, dan jaminan perlindungan sosial.

“Kalau negara serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan ekonomi Indonesia, maka pekerja kreatif harus dilindungi hari ini. Tanpa keadilan sosial, tidak akan ada industri kreatif yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ketua Dewan Pers Ajak Utamakan Berita Berkualitas
Arinna Premium Hijab Buktikan Kualitas Brand Lokal di Ajang Sedasa Summit
May Day 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Buruh
Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya
Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya
Novita Hardni Nyalakan Api Perjungan Kartini Masa Kini
Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan dan Sembako
Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:53 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ketua Dewan Pers Ajak Utamakan Berita Berkualitas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:12 WIB

Arinna Premium Hijab Buktikan Kualitas Brand Lokal di Ajang Sedasa Summit

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:39 WIB

May Day 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Buruh

Selasa, 28 April 2026 - 21:26 WIB

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Minggu, 26 April 2026 - 20:30 WIB

Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya

Berita Terbaru

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD (Foto: Istimewa)

Politik

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB