SUMENEP, NOLESA.COM – Puskesmas Lenteng, Sumenep menerima kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep saat melakukan sidak, Rabu, 17 Desember 2025.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan kesehatan serta pengelolaan lingkungan di fasilitas kesehatan.
Dalam peninjauan itu, Komisi IV mengecek sejumlah fasilitas layanan, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berperan penting dalam menjaga sanitasi dan mencegah dampak pencemaran lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, IPAL Puskesmas Lenteng dinilai berfungsi dengan baik dan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami melihat langsung IPAL di Puskesmas Lenteng berjalan normal dan aman. Pengelolaan limbah medis memang harus menjadi perhatian serius,” kata anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Syamsul Bahri.
Selain aspek lingkungan, Komisi IV juga menilai pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Dari hasil pengamatan, pelayanan di Puskesmas Lenteng dinilai cukup memuaskan, baik dari segi kedisiplinan petugas maupun cara melayani pasien.
“Pelayanannya tergolong baik. Petugasnya ramah dan komunikatif. Hal seperti ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengingatkan agar pengelola puskesmas tetap konsisten menjaga standar pelayanan, mengingat puskesmas menjadi ujung tombak layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Lenteng, drg. Dela Maulana Ansyari, menyambut baik kunjungan pengawasan tersebut. Ia menilai sidak DPRD menjadi sarana evaluasi sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kami akan terus melakukan pembenahan dan evaluasi secara berkala, baik dari sisi pelayanan maupun sarana prasarana, agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Puskesmas Lenteng untuk menjaga mutu pelayanan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung, termasuk IPAL, tetap berfungsi maksimal demi keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar. (*)
Penulis : Rusydiyono









