Connect with us

Daerah

Sejumlah Pasien Sempat Dievakuasi Sebelum Plafon Ambruk

Redaksi Nolesa

Published

on

Bupati Sumenep Achmad Fauzi didampingi Sekda Edy Rasiyadi dan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dokter Erliyati, ketika menjenguk pasien yang plafonnya di ruangan tempatnya dirawat amburuk

Sumenep, NOLESA.COM – Plafon Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, ambruk.

Plafon yang ambruk itu bertempat di ruang lavender, lantai II Gedung Kelas III RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Peristiwa nahas itu terjadi pada saat hujan deras mengguyur Sumenep, Rabu, 9 Februari 2022 sekira pukul 16.00 WIB.

Tidak lama dari kejadian tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi didampingi Sekda Edy Rasiyadi langsung turun meninjau ruangan yang plafonnya runtuh itu.

Baca Juga :  Sambut Musim Tanam 2024, PWRI Sumenep Gelar FGD Tembakau

“Untuk sementara, penyebab runtuhnya plafon ini karena adanya beban yang digantung di bawahnya, seperti gorden ini,” terang Bupati Fauzi di lokasi kejadian.

Setelah melihat langsung plafon yang ambruk itu, Bupati Fauzi mengunjungi pasien yang sudah dievakuasi ke ruangan lain di Rumah Sakit milik Pemkab Sumenep itu.

“Plafon gipsum ini kelemahannya memang takut kena air, mungkin tadi waktu hujan ada atap yang bocor dan kebetulan ada beban yang digantung pada plafon, makanya ambles,” tukasnya.

Baca Juga :  Target Masuk Peringkat 10, Kafilah Sumenep Siap Mengikuti MTQ Tingkat Jatim di Pasuruan

Sementara itu, Direktur RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep, dokter Erliyati, menerangkan jika kejadian itu bermula pada saat curah hujan tinggi. Ketika itu ada suara dari atas plafon. Ternyata suara itu bersumber dari plafon yang retak. Namun belum jatuh.

“Waktu saya sedang melihat genangan air, ternyata ada laporan plafon retak, maka saat itu juga saya langsung memerintahkan agar pasien di ruang itu dipindah ke ruangan yang aman,” terang dokter Erliyati.

Baca Juga :  Kepala BKPSDM Pastikan SK Bupati Sumenep Tentang PPPK Tenaga Guru Segera Diserahkan

Disebutkan, pasien di ruangan itu berjumlah 17. Terdiri dari bayi, dan orang dewasa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa pada peristiwa nahas ini,” kata dokter Erliyati sembari bersyukur karena tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

Penulis : Arif 

Editor : Ahmad Farisi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending