SUMENEP, NOLESA.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon menunjukkan perkembangan positif. Berbagai program mitigasi perubahan iklim yang dijalankan pemerintah daerah berhasil meningkatkan potensi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sepanjang 2024.
Berdasarkan data Sistem Registri Aksi Mitigasi Perubahan Iklim (AKSARA) milik Kementerian PPN/Bappenas, Kabupaten Sumenep telah melaksanakan sebanyak 84 aksi mitigasi perubahan iklim. Dari berbagai program tersebut, tercatat potensi penurunan emisi kumulatif mencapai 94.528,3 ton CO2e dengan intensitas emisi sebesar 2,6 ton CO2e per miliar rupiah.
Dibandingkan tahun sebelumnya, potensi penurunan emisi pada 2024 meningkat sebesar 9.011,115 ton CO2e atau sekitar 10,54 persen. Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan pembangunan yang mengedepankan aspek keberlanjutan mulai memberikan dampak nyata terhadap pengendalian emisi karbon di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai organisasi perangkat daerah dalam mengintegrasikan program pembangunan dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, berbagai program yang mendukung efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, hingga rehabilitasi kawasan terus kami dorong agar memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi,” ujarnya.
Menurut Kaban Arif, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Sumenep terus diarahkan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya yang harus dilakukan. Tantangan perubahan iklim masih membutuhkan komitmen yang kuat serta konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan berbagai aksi mitigasi secara berkelanjutan.
“Peningkatan potensi penurunan emisi ini merupakan modal yang baik. Namun yang lebih penting adalah menjaga keberlanjutan program tersebut agar penurunan emisi terus terjadi setiap tahun dan mendukung target pembangunan rendah karbon maupun target net zero emission di masa mendatang,” tegasnya.
Pemkab Sumenep optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan penguatan program pembangunan berkelanjutan, upaya pengendalian emisi gas rumah kaca akan terus meningkat. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)
Penulis : Rusydiyono









