Sumenep, NOLESA.com – Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur gencar kampanyekan lingkungan hidup sehat.
Berbagai cara dan strategi digunakan oleh Ponpes Annuqayah Lubangsa untuk terus menyuarakan isu ecogreen dan zero waste.
Salah satunya melalui film-film pendek. Melalui Lubangsa Media, Ponpes Annuqayah Lubangsa merilis film yang bertema “Merdeka dari Sampah”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Film tersebut dirilis bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis 17 Agustus 2023, di Aula Lubangsa.
Film karya santri tersebut cukup mendapatkan apresiasi, baik dari kalangan santri sendiri maupun dari para pemerhati lingkungan.
Ach. Rofiq menuturkan bahwa tema sampah yang diangkat oleh Ahmad Fawaid selaku penulis naskah muncul sebab pemaknaan terhadap kemerdekaan tidak terbatas pada bebas dari penjajahan, melainkan juga merdeka dari sampah.
“Jadi, kami melakukan diskusi panjang, lalu meminta Fawaid untuk menulis naskah film kemerdekaan yang berkaitan dengan sampah, sebab Lubangsa sekarang lagi gencar-gencarnya menyuarakan ecogreen dan zero waste,” terang Rofiq.
Dia mengungkapkan, proses pembuatan film membutuhkan waku satu bulan, termasuk dalam pembuatan naskah, pemilihan aktor, pendalaman karakter, proses syuting hingga tahap editing.
Pembuatan video ini juga didukung oleh berbagai pihak. Dia melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga baik pemerintahan maupun non-pemerintahan, seperti, Kancakona Kopi, Dewan Kesenian Sumenep, dan Duta Damai Santri Jawa Timur. Selama proses syuting, dia dan tim terus menjaga konsistensi dan jadwal yang sudah disepakati bersama.
“Sebab, pembuatan film ini agak mepet, cuma satu hari syuting, tapi, karena tim kompak dan saling mendukung, ya, film tersebut rilis tepat waktu,” ungkapnya.
Sementara, Ahmad Fawaid penulis naskah menuturkan bahwa ide kreatif penulisan naskah ini muncul karena Lubangsa dikenal sebagai pesantren berwawasan lingkungan.
“Jadi, sayang kalau isu sampah tidak diangkat ke publik melalui film, apalagi bertepatan dengan momentum kemerdakaan,” ujarnya.
Dia juga memaparkan tujuan dirilisnya film tersebut, yakni sebagai upaya edukasi bagi santri dan masyarakat dalam mengelola sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Karena media merupakan sarana untuk mengajak santri dan masyarakat peduli lingkungan dan peduli terhadap sampah sendiri,” pungkasnya.
Untuk diketahui, film tersebut bisa langsung ditonton di Channel YouTube PP. Annuqayah Lubangsa: https://youtu.be/1ZZGGFCCkNQ.
Rilis Lubangsa Media










