SUMENEP, NOLESA.COM – Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang diperingati setiap 28 November menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang urgensi menjaga lingkungan.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan konkret untuk memperbanyak penanaman pohon di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
HMPI pertama kali dicanangkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008 sebagai bentuk respons atas meningkatnya kerusakan lingkungan dan menurunnya tutupan hutan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak itu, kata Bupati Fauzi, tanggal 28 November menjadi simbol komitmen nasional dalam menggerakkan masyarakat untuk menanam dan merawat pohon, sebagai langkah nyata mempertahankan keseimbangan alam dan sumber daya air.
Bupati Fauzi menilai bahwa makna HMPI harus terus dijaga dan ditanamkan di tengah masyarakat, terutama generasi muda yang akan mewarisi kondisi lingkungan di masa mendatang.
Menurut politikus PDI Perjungan ini menanam satu pohon hari ini berarti menanam harapan bagi tahun-tahun ke depan.
“Hari Menanam Pohon Indonesia mengingatkan kita bahwa lingkungan tidak bisa menunggu. Menanam pohon adalah tindakan sederhana, tetapi dampaknya luar biasa bagi kehidupan. Saya mengajak seluruh masyarakat Sumenep memperbanyak penanaman pohon di rumah, sekolah, lahan kosong, maupun fasilitas umum,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025.
Ia menegaskan bahwa pohon adalah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat ekonomi, ekologis, dan sosial. Pohon mampu menyimpan air, menjaga kesuburan tanah, mereduksi polusi udara, hingga memberikan nilai ekonomi melalui hasil buah, kayu, atau ekowisata.
Karena itu, lanjut Bupati Fauzi penananman pohon bukan sekadar aktivitas penghijauan, melainkan strategi pembangunan berkelanjutan.
“Pohon itu investasi masa depan. Ketika kita menanam hari ini, anak cucu kita yang akan merasakan hasilnya. Mari menjadikan gerakan menanam sebagai budaya, bukan kegiatan musiman,” tambah Bupati Fauzi.
Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri terus memperkuat program lingkungan, mulai dari perluasan ruang terbuka hijau, distribusi bibit gratis kepada masyarakat, hingga kegiatan gotong royong penghijauan di desa-desa.
Bupati Fauzi berharap kolaborasi pemerintah, sekolah, organisasi pemuda, tokoh masyarakat, dan dunia usaha dapat mempercepat peningkatan kualitas lingkungan hidup di wilayah Sumenep.
Pada momentum HMPI ini, Bupati Fauzi kembali mengajak masyarakat untuk tidak hanya menanam, tetapi juga merawat pohon agar tetap tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal.
“Menanam itu penting, merawat lebih penting lagi. Mari kita rawat pohon-pohon yang sudah ada dan terus menambah jumlahnya demi Sumenep yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono










