Momentum Hari Jadi ke-756 Sumenep Jadi Ajang Penguatan Identitas Daerah

Redaksi Nolesa

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (foto: istimewa)

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (foto: istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Non-ASN, serta pegawai BUMD mengenakan Baju Adat Keraton Sumenep secara lengkap.

Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah Kabupaten Sumenep.

Kewajiban tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pemakaian Baju Adat Keraton Sumenep. Berdasarkan aturan itu, seluruh ASN, Non-ASN, dan pegawai BUMD diwajibkan mengenakan busana adat Keraton setiap tanggal 30–31 Oktober, termasuk saat Upacara Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata untuk melestarikan adat dan budaya leluhur yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

“Pemerintah daerah membuat kebijakan berpakaian baju adat Keraton Sumenep, sebagai langkah melestarikan adat dan budaya leluhur yang kental dengan sejarah kerajaannya,” kata Bupati Fauzi, Selasa, 28 Oktober 2025.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep menjadi kesempatan untuk meneguhkan komitmen menjaga tradisi daerah dan menghargai sejarah kerajaan yang menjadi bagian penting dari identitas lokal.

Baca Juga :  Selesai Ikuti Pengajian Ramadan, Bupati Fauzi Salurkan Zakat Fitrah

Selain ASN dan pegawai pemerintah daerah, kewajiban berpakaian adat juga berlaku bagi pegawai instansi vertikal, BUMN, dosen, dan guru di lembaga pendidikan swasta. Sementara itu, mahasiswa dan pelajar diimbau mengenakan batik khas Sumenep.

Namun, aturan ini tidak diberlakukan bagi ASN atau Non-ASN yang memiliki seragam khusus, seperti tenaga medis yang sedang bertugas, petugas keamanan, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran.

Baca Juga :  Di Sela-sela Bukber, Bupati Haji Fauzi Berterimakasih kepada Wartawan Telah Membantu Pembangunan Sumenep

Bupati Fauzi menegaskan bahwa pemakaian busana adat Keraton merupakan simbol kebanggaan sekaligus penghormatan terhadap jati diri daerah.

Ia berharap tradisi ini mampu menumbuhkan semangat aparatur pemerintah untuk melanjutkan perjuangan para leluhur dalam membangun Sumenep yang lebih maju dan sejahtera.

“Kami ingin Peringatan Hari Jadi bukan sebagai rutinitas seremonial belaka, tetapi harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Kabupaten Sumenep lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” harap Bupati Fauzi. (*)

Berita Terkait

Arinna Premium Hijab Buktikan Kualitas Brand Lokal di Ajang Sedasa Summit
May Day 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Buruh
HAKIN 2026, KI Sumenep Dorong Akses Informasi Publik yang Transparan
Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya
Putri Ramadani Terpilih sebagai Ketua IPPNU Sumenep, Berikut Targetnya
Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya
Hadiri Musancab PDIP Sumenep, Said Tekankan Peran Partai Hidupkan Pesantren dan NU
Komitmen Jaga Kebudayaan, Musancab PDIP Sumenep Hadirkan Tari Kembang Paseser

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:12 WIB

Arinna Premium Hijab Buktikan Kualitas Brand Lokal di Ajang Sedasa Summit

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:39 WIB

May Day 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Buruh

Selasa, 28 April 2026 - 21:26 WIB

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Senin, 27 April 2026 - 17:59 WIB

Putri Ramadani Terpilih sebagai Ketua IPPNU Sumenep, Berikut Targetnya

Minggu, 26 April 2026 - 20:30 WIB

Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya

Berita Terbaru