Memaksimalkan Fungsi Direct Marketing dalam Berbisnis

Redaksi Nolesa

Sabtu, 24 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Alfarobi Raehan

Judul Buku : 177 Problem Solving Membidik Konsumen

Penulis       : Jony Ardianto

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penerbit      : Noktah

Cetakan       : Pertama, 2020

Tebal            : 152 halaman

ISBN             : 978-623-7465-81-2

Di tengah ketatnya persaingan bisnis, semua organisasi (pabrik, perusahaan jasa, pengecer, pedagang dengan katalog, dan organisasi nirlaba) berlomba-lomba memasarkan dan menawarkan produk-produk andalannya kepada para calon konsumen dengan berbagai cara. Dengan harapan, produk yang ada bisa segera laku dan menemukan pengkonsumsinya sebanyak-banyaknya. Salah satu cara untuk menawarkan barang baru kepada para calon konsumen itu adalah direct marketing atau pemasaran langsung, namanya.

Menurut Direct Marketing Asociation, direct marketing adalah suatu sistem interaktif yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untuk menghasilkan suatu respons yang dapat diukur dan/atau transaksi di segala lokasi. Sedangkan menurut Petter Bennett, pemasaran langsung (direct marketing) diidentifikasi sebagai suatu aktivitas total di mana penjual, untuk mengefektifkan pertukaran barang dan jasa dengan pembeli, mengarahkan usaha pada target dengan menggunakan satu atau lebih media (halaman 11).

Baca Juga :  Narasi Al-Qur'an dan Hermeneutika Sufi : Interpretasi Rumi terhadap Tokoh Pharaoh

Berdasarkan bentuk dan cara kerjanya, menurut buku yang ditulis oleh Jony Ardianto, direct marketing terbagi menjadi tujuh. Pertama, Penjualan tatap muka. Yakni, pemasaran langsung yang dilakukan para produsen dengan berkomunikasi langsung denganpara calon konsumen. Kedua, Direct Mail. Pemasaran barang atau jasa dengan memanfaatkan surat cetak atau elektronik untuk memperkenalkannya kepada para konsumen. Ketiga, Telemarketing. Pemasaran produk dengan menggunakan metode dan pendekatan jaringan telepon.

Keempat, pemasaran dengan katalog. Adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara mengirimkan katalog barang atau jasa kepada para konsumen. Kelima, pemasaran online. Jenis pemasaran yang banyak dilakukan dengan memanfaatkan jejaring website. Keenam, televisi dan radio. Penawaran barang dengan menggunakan jasa iklan yang terdapat di radio dan televisi. Ketujuh, Broadcast Media. Pemasaran barang atau jasa yang menggunakan berbagai perkembangan tekhnologi muktahir, seperti WhatsApp Messenger.

Secara konsepsional, tujuh cara memasarkan barang atau jasa dalam berbisnis itu sudah baik. Namun, menurut buku 177 Problem Solving Membidik Konsumen, praktik dan penerapan dari tujuh teknik direct marketing itu masih belum maksimal. Sebab, pada kenyataannya masih banyak yang menuai kegagalan, atau setidaknya tidak membuat para konsumen tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Akibatnya, produk menjadi tidak laku.

Baca Juga :  Menyelami Kiprah dan Perjuangan KH Mahfud Ridwan

Karena itu, menurut buku ini, sebelum perusahaan barang dan jasa melakukan pemasaran dengan berbagai cara yang ada, penting kiranya untuk melakukan riset komprehensif dan tepat sasaran perihal apa yang sedang menjadi kebutuhan pasar. Agar, barang dan jasa yang kita tawarkan nantinya bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, hal itu bisa mempermudah produk-produk andalan perusahaan di terima dengan cepat.

Selain itu, dalam rangka melakukan pemasaran langsung yang maksimal, menurut buku bersampul kuning ini, seorang marketing harus melakukan beberapa hal dalam memasarkan barang atau jasanya: Pertama, memberikan salam. Baik saat membuka percakapan maupun setelah mengakhiri presentasi. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi beberapa konsumen. Kedua, bersikap tulus. Ketulusan merupakan modal utama untuk mendekati konsumen. Dengan ketulusan, konsuen akan merasa nyaman, sehingga mereka akan menerima kita untuk bersantai dan mengobrol. Akibatnya, kita akan mudah menawarkan barang dan produk kita.

Baca Juga :  Menjadi Perempuan Kuat di Era Birokrat

Ketiga, berbicara dengan lemah lembut, wajah ceria. Jangan menampakkan permusuhan. Pastikan calon konsumen tidak merasa terganggu. Keempat, jujur. Sikap jujur akan membuat kita dipercaya. Usahakan dalam mempresentasikan barang atau jasa, kita harus bersikap jujur. Karena, hal ini akan membuat konsumen kita tetap setia dan bertahan dengan produk-produk kita. Jika kita jujur dalam memasarkan barang itu. Maka bersiaplah untuk ditinggalkan para konsumen dan akhirnya bisnis Anda bangkrut dan gulung tikar. Karena itu, sekali lagi, berjujurlah dalam memasarkan barang Anda kepada para konsumen.

Akhirnya, bagi pelaku bisnis, buku ini menjadi keharusan untuk dibaca. Sebab, dalam lembar-lembar buku ini penulis menyajikan narasi-narasi menarik yang bisa membantu kita untuk memaksimalkan fungsi direct marketing yang sedang, dan akan kita lakukan.(*)

 Pegiat literasi Nusantara

Berita Terkait

Sejarah, Psikologi, dan Eksistensial
Tuhan, Manusia, dan Alam
Emosi dan Kehilangan: Interpretasi dalam Seribu Wajah Ayah
Bermekaran Bersama Bunga Tulip dengan Puisi Surajiya
Keperibadian Tan Malaka dalam Kacamata Generatif Bourdieu
Pengembangan Diri dengan Upaya Merawat Emosi
Melihat Proses Politik Indonesia Pasca Reformasi 1998
Kisah Klasik Aristoteles tentang Seni Berbicara

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 00:07 WIB

Sejarah, Psikologi, dan Eksistensial

Minggu, 19 Mei 2024 - 05:53 WIB

Tuhan, Manusia, dan Alam

Rabu, 15 Mei 2024 - 10:39 WIB

Emosi dan Kehilangan: Interpretasi dalam Seribu Wajah Ayah

Senin, 13 Mei 2024 - 07:30 WIB

Bermekaran Bersama Bunga Tulip dengan Puisi Surajiya

Kamis, 9 November 2023 - 06:22 WIB

Keperibadian Tan Malaka dalam Kacamata Generatif Bourdieu

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 09:25 WIB

Pengembangan Diri dengan Upaya Merawat Emosi

Rabu, 9 Agustus 2023 - 17:50 WIB

Melihat Proses Politik Indonesia Pasca Reformasi 1998

Senin, 8 Mei 2023 - 01:50 WIB

Kisah Klasik Aristoteles tentang Seni Berbicara

Berita Terbaru

Anggun Cahyaningrum (Foto: dokumen pribadi)

Budaya

Rokat Pandhaba: Identitas Budaya yang Masih Terjaga

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:11 WIB