Mediasi Dugaan Pemotongan Honor Pantarlih Sukajeruk Buntu

Redaksi Nolesa

Kamis, 18 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Dugaan pemotongan honor petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di Desa Sukajeruk oleh oknum panitia pemungutan suara (PPS) terus menyita perhatian banyak pihak.

Bahkan, Polsek Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah melakukan mediasi terhadap semua pihak yang ada kaitannya dengan dugaan pemotongan honor pantarlih.

Dalam mediasi tersebut, Kapolsek Masalembu menghadirkan PPS Desa Sukajeruk, PPK, Panwascam Masalembu, dan PPS, juga pantarlih. Termasuk Musahra, salah seorang pantarlih yang bertugas di PPS 24 Dusun Mandar, Desa Sukajeruk, yang honornya diduga dipotong sebesar Rp 500 ribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Masalembu AKP Mohammad Budi Santoso mengungkapkan, honor pantarlih atas nama Musahra yang diduga dipotong sebesar Rp 500 ribu diantarkan oleh Abdul Wahib, salah seorang pantarlih bersama Jailani, Ketua PPS Sukajeruk.

Baca Juga :  Tak Perlu Khawatir Lagi, Kini Ujian Praktik SIM di Polres Sumenep Dipermudah

“Hasil konfrontir, bendahara PPS Sukajeruk menyerahkan lengkap dua juta. Tidak ada potongan sama sekali,” awal penjelasan

AKP Mohammad Budi Santoso saat dikonfirmasi awak media melalui telpon selulernya, Rabu 17 Mei 2023.

Penjelasan itu menurut versi PPS Sukajeruk. Dia kemudian menceritakan, menurut versi PPS maupun Abdul Wahid, honor Musahra diterima Abdul Wahid sebesar Rp 2 juta lalu diserahkan kepada Musahra sebesar Rp1,5 juta.

Kapolsek Masalembu AKP Mohammad Budi Santoso membenarkan terjadi motongan honor Musahra sebesar Rp 500 ribu. Namun yang memotong bukan PPS melainkan Abdul Wahid atas dasar kesepakatan sebelumnya dengan Musahra.

Baca Juga :  Bersiap Sambut Pemilu 2024, Polres Sumenep Gelar Simulasi Sispamkota

“Dipotong Rp 500 karena yang mengerjakan tugas Musahra adalah Abdul Wahid,” ungkap Kapolsek Budi Santoso.

Namun, keterangan dari keterangan PPS maupun Abdul Wahid disangkal oleh Musahra. Kata AKP Mohammad Budi Santoso, Musahra bersikukuh dirinya menerima honor dari Jailani, Ketua PPS Sukajeruk yang diantarkan bersama Abdul Wahid.

“Menyangkalnya Musahra bahwa dia tidak menerima dari Abdul Wahid, dia mengaku menerima dari Jailani. Sedangkan Wahid mengatakan, yang memberikan ke Musahra Wahid sendiri. Tapi Pak Musahra menyangkal yang menerima uang itu dari Jailani,” ungkapnya.

“Yang tidak diakui cuma itu. Yang tidak sama itu antara penerimaan dari Wahid dan dari Jailani. Itu saja. Cuma Pak Musahra itu merasa menerima uang dari Jailani. Itu tok. Kalau lainnya sama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pembahasan Raperda LPJ APBD Sumenep 2024 Rampung

Sementara Jailaini saat ditanya, kata AKP Mohammad Budi Santoso, membantah bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang kepada Musahra.

Sementara itu, Kapolsek Masalembu AKP Mohammad Budi Santoso kemudian membantah saat dirinya dikonfirmasi lebih condong pada keterangan PPS.

“Jadi ini hasil konfrontir semua pihak, satu persatu. Dari PPS, dari penerima honor pantarlih. Saya tidak mengintervensi, itu hasil konfrontir satu persatu,” jawabnya.

Dia kemudian menyatakan bahwa sebelumnya mediasi sudah ditawarkan agar dilaksanakan di PPK.

“Karena masalah ini tidak ada laporan resmi ke polisi sehingga bisa dilakukan mediasi di PPK atau lainnya,” pungkasnya.


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa
Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan
Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
Wabup Sumenep Dorong MEC Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Gus Muhaimin Dorong Lulusan Universitas Ibrahimy Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 September 2026 - 07:05 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Kamis, 24 September 2026 - 14:17 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Kamis, 24 September 2026 - 13:28 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB