Maksimalkan Peningkatan Kualitas SDM, Kemnaker RI Jalin Kerjasama dengan 14 Mitra

Redaksi Nolesa

Senin, 13 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kemnaker RI Ida Fauziyah (fotoinfopublik.id)

Menteri Kemnaker RI Ida Fauziyah (fotoinfopublik.id)

Jakarta, nolesa.com – Dalam rangka memperkuat pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) jalin kerja sama dengan 14 mitra instansi dan industri.

Jalinan kerja sama itu bertujuan untuk menginspirasi instansi dan industri lain agar melakukan langkah serupa. Sehingga akselerasi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia sesuai dengan yang diproyeksikan.

Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, menyampaikan bahwa akselerasi peningkatan kompetensi SDM diperlukan untuk mengatasi sejumlah tantangan ketenagakerjaan seperti mismatch ketenagakerjaan, penyiapan SDM menuju bonus demografi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serta mengatasi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan,” kata Menteri Ida Fauziyah Saat pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker dengan para Mitra Instansi dan Industri Pelatihan Vokasi, di Jakarta, Senin (13/12/2021).

Lanjut Fauziyah, guna menciptakan akselerasi peningkatan kompetensi SDM sebagai jawaban atas tantangan-tantangan tersebut, ada beberapa upaya, salah satunya harus memperkuat kolaborasi dan sinergi kerja seluruh stakeholders ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Para Pemimpin Negara G20 Tanam Pohon Mangrove di Tahura

“Sehingga tidak ada pilihan bagi kita semua selain kerja kolaboratif, kerja sinergi, antara pemerintah dengan pemerintah daerah, antara pemerintah dengan dunia industri,” ujar Fauziyah.

Fauziyah juga mengaku sangat apresiatif kepada dunia industri yang telah menujukkan komitmennya membangun SDM Indonesia melalui kerja sama dengan pemerintah.

“Keberadaan industri sebagai mitra, dapat memberikan masukan atas kebutuhan keterampilan di industri, membantu memberikan masukan atas kekurangan keterampilan tenaga pengajar atau instruktur pelatihan, perkembangan peralatan yang digunakan di industri, bahkan softskills apa saja yang dibutuhkan oleh industri,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menunjukkan concern membangun SDM di daerahnya melalui kerja sama dengan Kemnaker maupun mitra industri.

“Sedangkan sesama instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah senantiasa perlu bergandengan tangan, saling memperkuat tugas dan fungsinya dalam dalam mewujudkan visi dan misi negara sesuai arahan pimpinan tertinggi demi kemajuan Indonesia,” katanya lagi, seperti dilansir dari laman Infopublik.id.

Baca Juga :  Kemkomdigi-PPATK Sepakat Blokir Rekening Bank Transaksi Judi Online

Disebutkan Fauziyah, bahwa mitra industri yang hadir pada kesempatan kali ini merupakan para pionir dan market leader dalam bidangnya masing-masing. Selain itu, model kerja sama ini dinilainya merupakan model kemitraan yang ideal antara industri dan lembaga pelatihan.

“Kami akan terus bawa model kerja sama ini ke seluruh Indonesia melalui balai-balai pelatihan vokasi kami. Kami sangat yakin dengan model kerja sama seperti ini maka komitmen dan dukungan industri semakin besar untuk pengembangan SDM Indonesia,” tutup Fauziyah.

Diantara 14 mitra instansi dan industri yang menandatangani MoU pada kesempatan itu adalah:

1. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Teknik Otomotif)
2. GFA Consulting (Energi terbarukan)
3. 3. Japan Building Maintenance Association and Acceptance Support Center for Foreign Talent (building service)
4. 4. PT Citra Agramasinti Nusantara (pengelasan dan TIK)
5. 5. PT Daikin Airconditioning Indonesia (teknik pendingin dan tata udara)
6. 6. PT Gobel Dharma Sarana Karya (jasa boga dan hospitality)
7. 7. PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (pertambangan dan pemurnian bijih nikel)
8. 8. PT Nindya Karya (konstruksi)
9. 9. PT Pembangunan Perumahan (Konstruksi)
10. 10. PT Sarandi Karya Nugraha (manufaktur alat kesehatan)
11. 11. PT Semen Padang (produksi semen)
12. 12. PT United Tractors dan Yayasan Karya Bakti United Tractors (alat berat)
13. 13. Asosiasi Pelatihan Memudi Indonesia (alat berat)
14. 14. Pemkab Bantaeng (pemodalan dan pendampingan lulusan pelatihan BLK Bantaeng).

Baca Juga :  Novita Hardini Dorong InJourney Bangun Visi Pariwisata Global

Penulis : Aris
Editor : Dimas

Berita Terkait

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara
Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:16 WIB

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB