Dukung GENCARKAN 2026, BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Warga Bijak Kelola Utang

Redaksi Nolesa

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPRS Bhakti Sumekar bersama Bupati Fauzi (Foto: Istimewa)

BPRS Bhakti Sumekar bersama Bupati Fauzi (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Keputusan mengambil pembiayaan perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak berubah menjadi beban keuangan. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengingatkan masyarakat untuk memastikan utang digunakan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengejar tren atau mempertahankan gaya hidup.

Pesan tersebut disampaikan melalui kampanye literasi keuangan bertajuk “Utangmu untuk Kebutuhan atau Gengsi?” yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BPRS Bhakti Sumekar.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan pembiayaan pada dasarnya bukan sesuatu yang harus dihindari. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan tujuan yang jelas serta kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

“Berutang bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pembiayaan akan memberikan manfaat apabila digunakan untuk hal-hal yang produktif maupun kebutuhan yang benar-benar penting,” ujar Hairil Fajar, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ia menyebut sejumlah kebutuhan yang dapat dipertimbangkan melalui pembiayaan, antara lain pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha, maupun keperluan mendesak yang sudah direncanakan sebelumnya.

Sebaliknya, masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap utang yang muncul karena dorongan konsumtif. Membeli barang hanya karena sedang tren, mengganti telepon genggam meski masih layak digunakan, berbelanja melebihi kemampuan, hingga mengeluarkan uang demi menjaga gengsi dinilai berisiko mengganggu kondisi keuangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kebiasaan berutang hanya demi mengikuti tren, membeli barang yang sebenarnya belum dibutuhkan, berbelanja secara berlebihan, ataupun untuk kebutuhan yang hanya bertujuan menjaga gengsi,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Launching Logo Hari Jadi ke-758

Hairil menekankan pentingnya melakukan evaluasi sebelum mengajukan pembiayaan. Masyarakat perlu mengetahui secara pasti tujuan penggunaan dana sekaligus menghitung kemampuan membayar angsuran agar tidak mengganggu kebutuhan pokok.

“Sebelum memutuskan berutang, tanyakan pada diri sendiri apakah pembiayaan tersebut benar-benar untuk kebutuhan atau hanya sekadar ingin terlihat memiliki. Keputusan yang tepat akan menciptakan ketenangan finansial di masa depan,” jelasnya.

Menurut Hairil, utang tidak selalu berdampak negatif apabila dikelola secara bertanggung jawab. Pembiayaan justru dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan penting atau mengembangkan kegiatan produktif selama perhitungannya dilakukan dengan cermat.

Baca Juga :  Santunan dan Khitan Gratis, Cara BAZNAS Sumenep Peringati HUT ke-22

Karena itu, BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat. Masyarakat diharapkan mampu membedakan antara kebutuhan yang memiliki manfaat nyata dan keinginan yang muncul karena tekanan tren maupun lingkungan sosial.

Kampanye tersebut juga menjadi bagian dari dukungan BPRS Bhakti Sumekar terhadap Bulan Literasi Keuangan 2026 dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026.

Melalui edukasi tersebut, BPRS Bhakti Sumekar berharap pemahaman masyarakat terhadap pembiayaan semakin baik, sehingga setiap keputusan keuangan dapat dibuat secara rasional, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan kondisi finansial. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa
Pemkab Bangkalan Perkuat Pendapatan Daerah dan Validasi DTSEN
PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
Polresta Sumenep Gelar Anev Kamtibmas, Evaluasi Kinerja dan Situasi Keamanan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:38 WIB

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Rabu, 9 September 2026 - 00:01 WIB

Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan

Selasa, 8 September 2026 - 00:06 WIB

Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa

Senin, 7 September 2026 - 23:27 WIB

PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM

Berita Terbaru