Buku Jejak Kaum Aktivis di Mata Kapolres Sumenep

Redaksi Nolesa

Kamis, 15 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur gelar bedah buku Jejak Kaum Aktivis, Kamis 15 Desember 2022.

Bedah buku Jejak Kaum Aktivis yang ditulis Qudsiyanto bertempat di Aula Assyarqawi.

Kegiatan tersebut merupakan rentetan acara pada pembukaan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) ke XX INSTIKA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Qudsiyanto, sang penulis buku, mengulas panjang lebar tentang proses penulisan buku hingga diterbitkan. Mantan Ketua PC PMII Sumenep itu menyebut masalah yang saat ini marak terjadi di dunia mahasiswa menjadi salah satu latar belakang penulisan.

Baca Juga :  Sekolah Islam dan Gender, Cara PMII Humaniora Park Mendorong Perempuan Berdikari dan Berkontribusi

“Disamping itu, lahirnya novel ini tidak lain berangkat dari pengalaman saya selama aktif berproses menjadi mahasiswa. Bagi saya menjadi mahasiswa bukan soal dunia kampus saja, lebih dari hal itu kita juga harus kritis terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya kepada seluruh mahasiswa.

Syamsuni, pembanding I mengatakan buku Jejak Kaum Aktivis harus diapresiasi oleh publik, sebab seorang aktivis yang disibukkan dengan berbagai hal masih mempunyai kesempatan untuk menulis karya berupa novel.

Baca Juga :  Tahun Ajaran Baru, Program Wajib Diniyah Sudah Terlaksana di Semua Kecamatan

“Saya sangat mengapresiasi terhadap penulis, karena dalam novel ini kita dapat mengambil pelajaran supaya mahasiswa disamping belajar juga harus mampu mengkritisi hal-hal yang sekiranya menyimpang dari kebenaran, lebih-lebih soal lingkungan sekitar,” kata Syamsuni yang jurnalis di Sumenep.

Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko selaku pembanding II mengaku merasa senang ketika membaca buku tersebut. Dia merasa diajak untuk mengingat kejadian-kejadian 20 tahun silam sewaktu menjadi mahasiswa yang juga pernah ikut turun jalan.

Baca Juga :  Mengenal Macam-Macam Sistem Hukum

“Novel ini membawa saya mengingat terhadap kenangan pahit dan manis selama menjadi mahasiswa,” tuturnya.

Komandan Edo sapaan akrabnya juga menceritakan pengalamannnya selama menjadi mahasiswa. Dia mengaku sering dihadapkan dengan berbagai persoalan sekitar. Dari itu, Dia cukup berharap kepada mahasiswa untuk berani kritis selama berada dijalan yang benar.

“Harapan saya, mahasiswa sekarang harus sering-sering diskusi, kajian dan kritis terhadap setiap persoalan, lebih-lebih persoalan yang melibatkan sosial,” harap Kapolres Edo memungkasi.


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Ilkom UNPAM Perkuat Komunikasi Digital Bank Sampah Sentosa
GP Ansor Jatim Lepas Kader Kuliah di Tiongkok
Gus Muhaimin Dorong Lulusan Universitas Ibrahimy Jadi Penggerak Kemajuan Daerah
Tekan Persoalan Sampah, KKN Posko 43 Bangun Rocket Stove di PP Mis Annibros I
Menghidupkan Prajurit Keraton di Jemari Generasi Alpha
KKN Kolaborasi UIN Saizu Gandeng Karang Taruna Siapkan Lomba Agustusan di Desa Bejiruyung
Disdik Sumenep Siapkan Renovasi Rumah Dinas Rusak Guru SDN Berakas Raas
Naik Kelas, OPEC 2026 UPI Sumenep Kini Jadi Ajang Olimpiade Tingkat Jawa Timur

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Ilkom UNPAM Perkuat Komunikasi Digital Bank Sampah Sentosa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:26 WIB

GP Ansor Jatim Lepas Kader Kuliah di Tiongkok

Rabu, 23 September 2026 - 08:05 WIB

Gus Muhaimin Dorong Lulusan Universitas Ibrahimy Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Tekan Persoalan Sampah, KKN Posko 43 Bangun Rocket Stove di PP Mis Annibros I

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Menghidupkan Prajurit Keraton di Jemari Generasi Alpha

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB