SUMENEP, NOLESA.COM – Nilai 89,42 yang diraih Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I 2026 tidak membuat kualitas pelayanan berhenti di titik tersebut.
Predikat Sangat Baik yang diperoleh justru dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki sejumlah aspek pelayanan publik. Bappeda menyiapkan beberapa langkah tindak lanjut berdasarkan hasil survei dan masukan masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan evaluasi SKM menjadi acuan untuk mengetahui bagian pelayanan yang masih perlu diperkuat.
Menurut Arif, pembenahan salah satunya akan diarahkan pada sistem pengaduan. Bappeda ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk menyampaikan keluhan, sekaligus mendapatkan respons yang cepat terhadap setiap laporan.
Peningkatan kapasitas petugas juga masuk dalam agenda perbaikan. Pelatihan teknis dan pelayanan prima akan dilakukan agar aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat semakin profesional dalam memberikan layanan.
”Kami terus melakukan evaluasi agar pelayanan yang diberikan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Arif.
Tidak hanya menyangkut petugas, Bappeda juga akan memperhatikan sarana dan prasarana pelayanan. Fasilitas yang memadai dinilai menjadi salah satu unsur penting untuk menciptakan pengalaman pelayanan yang nyaman bagi masyarakat.
Perbaikan berikutnya berkaitan dengan kecepatan penyelesaian layanan. Bappeda akan mengevaluasi alur proses pelayanan serta memperkuat pemantauan kinerja agar penyelesaian setiap layanan tetap sesuai standar waktu yang ditetapkan.
Sementara sejumlah aspek yang sudah mendapatkan penilaian positif akan dipertahankan. Di antaranya transparansi biaya, kejelasan persyaratan, prosedur pelayanan, serta sikap petugas ketika melayani masyarakat.
Arif menilai hasil SKM tidak seharusnya berhenti sebagai angka dalam laporan evaluasi. Survei tersebut menjadi gambaran mengenai kualitas pelayanan sekaligus dasar untuk menentukan langkah pembenahan berikutnya.
”Yang sudah baik harus dipertahankan, sedangkan yang masih perlu diperbaiki akan menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Dengan sejumlah langkah tersebut, Bappeda Sumenep menargetkan kualitas pelayanan publik terus meningkat. Predikat Sangat Baik yang diraih pada Semester I 2026 juga diharapkan dapat dipertahankan dalam survei periode selanjutnya.
”Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Bappeda dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tandasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









