Bappeda Catat Kinerja Pembangunan Sumenep Meningkat Sepanjang 2025

Redaksi Nolesa

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, M.Si., IPU. ASEAN Eng. (foto: for NOLESA.COM)

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, M.Si., IPU. ASEAN Eng. (foto: for NOLESA.COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pembangunan di Kabupaten Sumenep sepanjang 2025 berhasil menunjukkan capaian positif.

Realisasi program prioritas daerah berjalan sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan setiap tahun pemerintah daerah menetapkan fokus pembangunan berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 2025, tema pembangunan yang diusung adalah “Menguatkan Stabilitas Sosial Ekonomi, Pemerataan Layanan Infrastruktur Dasar dan Kebutuhan Dasar Unggul.”

“Realisasi program prioritas pembangunan tahun 2025 berjalan sesuai rencana dan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Arif, Jumat, 23 Januari 2026.

Untuk mendukung tema tersebut, Pemkab Sumenep menetapkan tujuh program prioritas.

Program pertama difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan serta daya saing pariwisata, industri kecil menengah (IKM), dan UMKM.

Program kedua diarahkan pada pemerataan infrastruktur publik dan pelayanan dasar dengan memperhatikan daya dukung lingkungan.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Mulai Terapkan Penggunaan Sepeda Motor Listrik di Lingkungan Pemkab Sumenep

Prioritas ketiga mencakup pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan berkarakter serta layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau.

Selanjutnya, program keempat menitikberatkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar.

Program kelima adalah peningkatan ketentraman dan ketertiban umum serta penguatan penanganan masalah sosial.

Pemkab Sumenep juga memprioritaskan pemantapan aksesibilitas wilayah kepulauan dan daratan guna menunjang pengembangan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara program ketujuh diarahkan pada peningkatan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berbasis digital.

Menurut Arif, implementasi tujuh program tersebut berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu indikatornya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

“Peningkatan IPM menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat Sumenep terus membaik,” jelasnya.

IPM Sumenep tercatat naik dari 67,74 pada 2021 menjadi 70,54 pada 2025. Dari aspek kesehatan, angka harapan hidup masyarakat berada pada kisaran 73–74 tahun.

Baca Juga :  Momentum UMKM Indonesia di Kancah Internasional

Sementara daya beli masyarakat menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai Rp885,9 ribu.

Selain itu, persentase penduduk miskin juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2021, angka kemiskinan berada di 20,51 persen dan turun menjadi 17,02 persen pada 2025.

“Program penanggulangan kemiskinan yang kami jalankan berhasil mengentaskan sekitar 7.940 jiwa,” ungkap Arif.

Capaian positif juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumenep turun dari 2,31 persen pada 2021 menjadi 1,64 persen pada 2025.

“Penurunan pengangguran ini menunjukkan semakin banyak penduduk yang terserap di dunia kerja,” ujarnya.

Sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan industri manufaktur menjadi bidang pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkab Sumenep terus menggelar pelatihan berbasis kompetensi serta pembinaan hubungan industrial.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Undang Ojol dan Abang Becak pada Maulidan di Pendopo

Dari sisi ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Sumenep pada 2024 tercatat sebesar 3,77 persen. Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi telah mencapai 5,85 persen, dengan data tahunan masih menunggu rilis resmi.

“Pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh pengembangan pariwisata bahari, budaya, dan religi yang berdampak langsung pada sektor jasa, perdagangan, dan usaha masyarakat,” tandas Arif.

Ketimpangan pendapatan juga berhasil ditekan. Rasio Gini Sumenep turun dari 0,294 pada 2021 menjadi 0,221 pada 2025, menandakan pemerataan pendapatan yang semakin baik.

Di bidang tata kelola pemerintahan, indeks reformasi birokrasi 2024 tercatat sebesar 78,08, sementara capaian 2025 masih menunggu rilis resmi. Sementara itu, indeks kepuasan masyarakat meningkat dari 84,72 pada 2024 menjadi 89,59 di 2025.

“Meningkatkan kepuasan masyarakat bergantung pada pelayanan yang baik, responsif, dan profesional,” pungkasnya. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura
PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun
Respons Laporan Call Center 112, Baznas Sumenep Segera Perbaiki Rumah Lansia di Longos
Bupati Fauzi Minta Koperasi Tinggalkan Pola Lama demi Hadapi Perubahan Ekonomi
PDIP Surabaya Perkuat Regenerasi dari Akar Rumput, Kader Gen Z Didorong Masuk Kepengurusan Ranting
Puluhan Inovasi Bersaing di BRAVO INOTEK AWARD 2026, Pemkab Bangkalan Bidik Pelayanan Publik yang Lebih Efektif
Legislator PKB Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi El Nino, Jangan Sampai Target Produksi Pangan Terganggu

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:55 WIB

PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:20 WIB

Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:06 WIB

Respons Laporan Call Center 112, Baznas Sumenep Segera Perbaiki Rumah Lansia di Longos

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:00 WIB

Bupati Fauzi Minta Koperasi Tinggalkan Pola Lama demi Hadapi Perubahan Ekonomi

Berita Terbaru