SUMENEP, NOLESA.COM – Pembangunan di Kabupaten Sumenep sepanjang 2025 berhasil menunjukkan capaian positif.
Realisasi program prioritas daerah berjalan sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan setiap tahun pemerintah daerah menetapkan fokus pembangunan berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 2025, tema pembangunan yang diusung adalah “Menguatkan Stabilitas Sosial Ekonomi, Pemerataan Layanan Infrastruktur Dasar dan Kebutuhan Dasar Unggul.”
“Realisasi program prioritas pembangunan tahun 2025 berjalan sesuai rencana dan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Arif, Jumat, 23 Januari 2026.
Untuk mendukung tema tersebut, Pemkab Sumenep menetapkan tujuh program prioritas.
Program pertama difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan serta daya saing pariwisata, industri kecil menengah (IKM), dan UMKM.
Program kedua diarahkan pada pemerataan infrastruktur publik dan pelayanan dasar dengan memperhatikan daya dukung lingkungan.
Prioritas ketiga mencakup pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan berkarakter serta layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau.
Selanjutnya, program keempat menitikberatkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar.
Program kelima adalah peningkatan ketentraman dan ketertiban umum serta penguatan penanganan masalah sosial.
Pemkab Sumenep juga memprioritaskan pemantapan aksesibilitas wilayah kepulauan dan daratan guna menunjang pengembangan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara program ketujuh diarahkan pada peningkatan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berbasis digital.
Menurut Arif, implementasi tujuh program tersebut berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu indikatornya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.
“Peningkatan IPM menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat Sumenep terus membaik,” jelasnya.
IPM Sumenep tercatat naik dari 67,74 pada 2021 menjadi 70,54 pada 2025. Dari aspek kesehatan, angka harapan hidup masyarakat berada pada kisaran 73–74 tahun.
Sementara daya beli masyarakat menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai Rp885,9 ribu.
Selain itu, persentase penduduk miskin juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2021, angka kemiskinan berada di 20,51 persen dan turun menjadi 17,02 persen pada 2025.
“Program penanggulangan kemiskinan yang kami jalankan berhasil mengentaskan sekitar 7.940 jiwa,” ungkap Arif.
Capaian positif juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumenep turun dari 2,31 persen pada 2021 menjadi 1,64 persen pada 2025.
“Penurunan pengangguran ini menunjukkan semakin banyak penduduk yang terserap di dunia kerja,” ujarnya.
Sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan industri manufaktur menjadi bidang pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkab Sumenep terus menggelar pelatihan berbasis kompetensi serta pembinaan hubungan industrial.
Dari sisi ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Sumenep pada 2024 tercatat sebesar 3,77 persen. Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi telah mencapai 5,85 persen, dengan data tahunan masih menunggu rilis resmi.
“Pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh pengembangan pariwisata bahari, budaya, dan religi yang berdampak langsung pada sektor jasa, perdagangan, dan usaha masyarakat,” tandas Arif.
Ketimpangan pendapatan juga berhasil ditekan. Rasio Gini Sumenep turun dari 0,294 pada 2021 menjadi 0,221 pada 2025, menandakan pemerataan pendapatan yang semakin baik.
Di bidang tata kelola pemerintahan, indeks reformasi birokrasi 2024 tercatat sebesar 78,08, sementara capaian 2025 masih menunggu rilis resmi. Sementara itu, indeks kepuasan masyarakat meningkat dari 84,72 pada 2024 menjadi 89,59 di 2025.
“Meningkatkan kepuasan masyarakat bergantung pada pelayanan yang baik, responsif, dan profesional,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono










