SUMENEP, NOLESA.COM – Keraguan awal Maskiya, warga Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, untuk menjalani perawatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar akhirnya berubah menjadi rasa haru.
Perempuan paruh baya yang merupakan seorang janda ini sempat ragu untuk datang ke rumah sakit karena keterbatasan ekonomi.
“Saya takut tidak bisa membayar. Saya ini cuma janda, tidak punya banyak uang,” ujar Maskiya dengan suara lirih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kondisi kesehatannya yang menurun memaksanya untuk mencari pertolongan medis. Ia pun akhirnya datang ke RSUD Anwar pada Senin, 21 Juli 2025, dan langsung menjalani perawatan intensif di Ruang Anyelir. Selama tiga hari dirawat, ia hanya ditemani oleh putrinya.
Maskiya mengaku sempat pesimis mendapatkan layanan yang layak karena menggunakan fasilitas Universal Health Coverage (UHC). Ia sebelumnya mendengar anggapan bahwa pasien dengan jaminan kesehatan seperti dirinya kerap mendapat pelayanan kurang maksimal.
“Tapi ternyata tidak benar. Saya malah sangat bersyukur,” tuturnya.
Selama menjalani opname, Maskiya merasakan pelayanan yang sangat baik. Menurutnya, para perawat yang bertugas di Ruang Anyelir melayaninya dengan ramah dan sabar. Ia juga merasa terbantu karena tidak dipungut biaya sepeser pun selama perawatan.
“Perawatnya baik semua, tidak pernah marah, selalu membantu saya. Saya terharu karena saya dilayani dengan sangat manusiawi walaupun saya tidak bayar,” ujarnya haru.
Setelah kondisinya membaik, tim medis mengizinkan Maskiya pulang pada Rabu, 23 Juli 2025. Ia pun kembali ke rumah dengan perasaan lega dan penuh rasa syukur.
Pengakuan seperti Maskiya menjadi bukti bahwa RSUD dr. H. Moh. Anwar terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi pasien.
“Semoga RSUD Anwar semakin maju dan terus membantu orang-orang seperti saya,” pungkasnya.
Merespons kesaksian ini, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M. Kes, mengaku bersyukur. Karenanya upayanya selama ini untuk terus memperbaiki layanan kesehatan membuahkan hasil.
“Alhamdulillah kalau begitu, kami juga turut senang, apalagi yang bersangkutan pulang dalam kondisi lebih sehat,” ujarnya.
Dia berharap, jika ada keluarga pasien yang merasa belum puas dengan pelayanan kesehatan di RSUD Anwar langsung mengadukan ke bagian yang berwenang.
“Kami akan selalu terbuka terhadap kritik dan saran. Sederhananya kalau puas dengan pelayanan kami ceritakan kepada orang lain, kalau ada kekurangan sampaikan kepada kami,” tandasnya.(*)
Penulis : Yon










