SUMENEP, NOLESA.COM – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar tegal, lahan kosong, ranting, maupun tumpukan daun kering secara sembarangan karena kondisi lingkungan yang kering membuat api mudah menyebar.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Fauzi Jumat, 23 Oktobee 2026. Menurutnya, pembakaran terbuka saat cuaca panas, terlebih disertai angin kencang, berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas hingga mengancam lingkungan dan permukiman warga.
“Kami imbau masyarakat tidak membakar tegal, ranting, maupun daun kering sembarangan. Jangan sampai aktivitas yang dianggap sepele justru memicu kebakaran dan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Bupati Fauzi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, pencegahan kebakaran membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, warga perlu berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, baik di lahan pertanian, pekarangan, maupun kawasan yang dipenuhi tumbuhan kering.
Bupati Fauzi juga menyarankan masyarakat mengelola daun kering dan sisa tanaman dengan cara yang lebih aman, seperti mengolahnya menjadi kompos atau memanfaatkan metode pengolahan sampah organik tanpa pembakaran terbuka.
Selain menghindari pembakaran sembarangan, masyarakat diminta memastikan tidak ada sumber api yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. Apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas melalui Call Center 112 agar dapat ditangani secepatnya.
Bupati Fauzi mengatakan, meskipun musim kemarau tidak dapat dihindari, risiko kebakaran tetap bisa ditekan melalui kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak.
Ia berharap masyarakat berperan aktif dalam mengantisipasi kebakaran sejak dini dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api.
“Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga lingkungan tetap aman selama musim kemarau,” pungkasnya. (yon/ra)






