SUMENEP, NOLESA.COM – Pancasila dinilai tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, semangat persatuan dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi kekuatan untuk mendorong masyarakat agar semakin produktif dan mampu mengembangkan potensi ekonomi di lingkungannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi menjadi pedoman bagi kita untuk menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan membangun Indonesia yang lebih baik,” kata Dirut Fajar, usai mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang perlu dijaga bersama. Perbedaan latar belakang, budaya, maupun karakter masyarakat tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam menciptakan kemajuan.
“Berbeda-beda, tetap satu Indonesia. Semangat ini harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk ketika kita bersama-sama membangun ekonomi,” ujarnya.
Dirut Fajar menambahkan, nilai-nilai Pancasila juga dapat menjadi spirit untuk memperkuat gerakan kemandirian ekonomi. Masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, mengembangkan potensi lokal, dan meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, kemandirian ekonomi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik masyarakat, pelaku usaha, lembaga keuangan maupun pemerintah. Dengan kerja sama yang kuat, potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kita perlu menjadikan semangat Pancasila sebagai landasan untuk terus bersatu, saling menghargai, sekaligus berkontribusi bagi negeri. Salah satunya melalui gerakan kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Hairil berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerah. (yon/ra)






