SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Bebas Mobil Sedunia yang jatuh setiap 22 September menjadi momentum untuk melihat kembali kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan bermotor.
Bagi Kabupaten Sumenep, gerakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek efisiensi anggaran, penghematan bahan bakar minyak (BBM), dan kesehatan masyarakat.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, memandang pengurangan penggunaan kendaraan bermotor pada waktu dan kondisi tertentu sebagai langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
Semangat tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkab Sumenep yang menerapkan hari penggunaan transportasi non-BBM setiap Jumat bagi aparatur, dengan sejumlah pengecualian untuk pelayanan esensial dan kondisi tertentu.
Dari sisi pengelolaan anggaran, pembatasan penggunaan kendaraan bermotor dapat menjadi bagian dari upaya efisiensi. Semakin sedikit kendaraan digunakan untuk perjalanan yang tidak mendesak, semakin besar pula potensi penghematan BBM dan biaya operasional pemerintah.
Perspektif lainnya adalah persoalan kualitas udara. Kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber polusi udara luar ruang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut emisi kendaraan sebagai salah satu sumber utama pencemaran udara dan mengaitkan paparan polusi dengan berbagai gangguan kesehatan.
Karena itu, Hari Bebas Mobil Sedunia dapat dimaknai bukan sekadar ajakan meninggalkan kendaraan, tetapi sebagai pengingat pentingnya membangun kebiasaan mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Bagi Bupati Fauzi, berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak yang memungkinkan juga memiliki manfaat langsung terhadap kesehatan jasmani. Aktivitas fisik sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.
Peringatan ini pada akhirnya menjadi refleksi bahwa penghematan BBM, efisiensi anggaran, pengendalian polusi, dan peningkatan kebugaran dapat berjalan beriringan. Langkah kecil dalam mengurangi penggunaan kendaraan dapat menjadi bagian dari upaya membangun Sumenep yang lebih sehat dan berkelanjutan. (yon/ra)






