IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Redaksi Nolesa

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik (Foto: Istimewa)

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Gagasan mengubah nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep mendapat perhatian kalangan akademisi. Untuk mengkaji usulan tersebut secara komprehensif, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Telaah Akademis: Kabupaten Kepulauan Sumenep di Graha Sumekar Wiraraja, Kamis, 30 Juli 2026.

Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas urgensi perubahan nomenklatur sebagai bagian dari penguatan identitas daerah sekaligus arah pembangunan kawasan kepulauan.

Rektor Universitas Wiraraja Madura, Dr. Sjaifurrachman, mengatakan forum akademik tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

“Saya berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi yang membangun untuk pengembangan Kabupaten Kepulauan Sumenep,” ujarnya.

Pakar Kajian Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Dr. Enza Resdiana, menilai perubahan nomenklatur bukan sekadar pergantian nama administratif. Menurutnya, langkah itu dapat menjadi strategi untuk mempertegas identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Sumenep sebagai wilayah kepulauan.

Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan tersebut harus diikuti dengan kebijakan pembangunan yang mampu menjawab berbagai tantangan di wilayah kepulauan.

“Transformasi ini harus diiringi penyelesaian berbagai tantangan pembangunan agar potensi dan keunggulan kompetitif Kabupaten Sumenep dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Semarak Hari Jadi ke-756, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM Non-Tunai

Mewakili Bupati Sumenep, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memandang kajian akademis sebagai bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan.

Menurutnya, perubahan nomenklatur bertujuan mempertegas karakter Sumenep sebagai daerah yang memiliki wilayah kepulauan terluas di Jawa Timur.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kontribusi akademisi melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Kepulauan Sumenep,” ujarnya.

Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik Dr. Wilda Rasaili menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kawasan kepulauan. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mengambil peran sebagai motor collaborative governance bersama pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menjadi penggerak collaborative governance bersama pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar pembangunan wilayah kepulauan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Peringati HUT RI ke-78, Ponpes Annuqayah Lubangsa Rilis Film Merdeka dari Sampah

Ketua IKA Universitas Wiraraja, Winanto, menegaskan organisasi alumni akan terus berkontribusi melalui pemikiran akademis dan kerja sama dengan berbagai pihak demi mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep.

“Kami berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

FGD tersebut diikuti akademisi, alumni, dosen, mahasiswa, serta perwakilan pemerintah daerah. Seluruh hasil pembahasan akan dirumuskan menjadi rekomendasi akademis sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam mengkaji rencana perubahan nomenklatur menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep, sekaligus memperkuat arah pembangunan yang lebih berpihak pada karakter wilayah kepulauan. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa
Pemkab Bangkalan Perkuat Pendapatan Daerah dan Validasi DTSEN

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:18 WIB

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:38 WIB

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani

Rabu, 9 September 2026 - 00:01 WIB

Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan

Berita Terbaru

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB