Program Mitigasi Iklim Pemkab Sumenep Berhasil, Potensi Penurunan Emisi Naik 10,54 Persen

Redaksi Nolesa

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. (Foto: Ist)

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. (Foto: Ist)

SUMENEP, NOLESA.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon menunjukkan perkembangan positif. Berbagai program mitigasi perubahan iklim yang dijalankan pemerintah daerah berhasil meningkatkan potensi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sepanjang 2024.

Berdasarkan data Sistem Registri Aksi Mitigasi Perubahan Iklim (AKSARA) milik Kementerian PPN/Bappenas, Kabupaten Sumenep telah melaksanakan sebanyak 84 aksi mitigasi perubahan iklim. Dari berbagai program tersebut, tercatat potensi penurunan emisi kumulatif mencapai 94.528,3 ton CO2e dengan intensitas emisi sebesar 2,6 ton CO2e per miliar rupiah.

Dibandingkan tahun sebelumnya, potensi penurunan emisi pada 2024 meningkat sebesar 9.011,115 ton CO2e atau sekitar 10,54 persen. Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan pembangunan yang mengedepankan aspek keberlanjutan mulai memberikan dampak nyata terhadap pengendalian emisi karbon di Kabupaten Sumenep.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai organisasi perangkat daerah dalam mengintegrasikan program pembangunan dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, berbagai program yang mendukung efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, hingga rehabilitasi kawasan terus kami dorong agar memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi,” ujarnya.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas dengan Skema Syariah

Menurut Kaban Arif, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Sumenep terus diarahkan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya yang harus dilakukan. Tantangan perubahan iklim masih membutuhkan komitmen yang kuat serta konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan berbagai aksi mitigasi secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Pastikan 1.356 Jemaah Haji Sumenep Berangkat Aman

“Peningkatan potensi penurunan emisi ini merupakan modal yang baik. Namun yang lebih penting adalah menjaga keberlanjutan program tersebut agar penurunan emisi terus terjadi setiap tahun dan mendukung target pembangunan rendah karbon maupun target net zero emission di masa mendatang,” tegasnya.

Pemkab Sumenep optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan penguatan program pembangunan berkelanjutan, upaya pengendalian emisi gas rumah kaca akan terus meningkat. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam
Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:34 WIB

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam

Senin, 14 September 2026 - 20:18 WIB

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB