PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Redaksi Nolesa

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Daerah Kepulauan DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah (Foto: Istimewa)

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Daerah Kepulauan DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Daerah Kepulauan DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah, meminta pemerintah mengubah cara pandang dalam membangun wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.

Menurut Siti Mukaromah, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat yang hidup di kawasan kepulauan.

Pandangan tersebut disampaikan legislator yang akrab disapa Erma itu saat Rapat Dengar Pendapat Intensif (RDPI) Pansus Daerah Kepulauan DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin, 16 Juli 2026.

Erma menilai, selama ini pembangunan di wilayah kepulauan masih terlalu berorientasi pada pencapaian proyek fisik. Padahal, masyarakat pesisir membutuhkan infrastruktur yang benar-benar mendukung aktivitas ekonomi mereka, khususnya para nelayan.

“Kami meminta pemerintah jangan hanya sekadar membangun jalan beraspal lalu dianggap selesai. Daerah kepulauan itu butuh infrastruktur pendukung yang spesifik, seperti akses air bersih untuk industri pengolahan ikan, rantai pasok pendingin (cold chain), hingga dermaga yang terintegrasi langsung dengan permukiman nelayan. Di situlah kunci kesejahteraan mereka,” ujar Erma.

Menurutnya, pembangunan di kawasan kepulauan harus dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Infrastruktur yang dibangun semestinya mampu memperkuat sektor perikanan, memperlancar distribusi hasil tangkapan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi lokal.

Baca Juga :  Maksimalkan Peningkatan Kualitas SDM, Kemnaker RI Jalin Kerjasama dengan 14 Mitra

Erma juga mengingatkan bahwa wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar merupakan wajah terdepan Indonesia. Karena itu, kehadiran negara tidak boleh hanya terasa ketika muncul persoalan kedaulatan atau ancaman geopolitik.

“Jangan sampai ada kesan negara itu baru hadir ketika ada ancaman militer atau sengketa wilayah saja. Negara wajib hadir setiap hari, sepanjang tahun, melalui pembangunan infrastruktur pelayanan dasar yang memperkuat ekonomi rakyat dan menghadirkan keadilan nyata di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Ia mendorong agar pembangunan di daerah kepulauan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian sehingga lebih terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Naik Kereta Rel Listrik ketika Meninjau Infrastruktur Tanah Abang

Selain itu, Erma meminta Kementerian Pekerjaan Umum tidak menyamakan konsep pembangunan wilayah kepulauan dengan daerah daratan. Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan karakter geografis, budaya, serta hak-hak masyarakat adat agar pembangunan tidak justru menimbulkan persoalan baru.

“Pembangunan yang dipaksakan tanpa melibatkan suara rakyat setempat hanya akan merusak tatanan sosial yang ada. Target fisik terpenuhi, tapi rakyatnya terpinggirkan. Itu tidak boleh terjadi. Kesejahteraan nelayan dan kelestarian kearifan lokal harus berjalan beriringan dengan modernisasi infrastruktur,” pungkasnya. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru