Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Redaksi Nolesa

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

SURABAYA, NOLESA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Halalbihalal Syawal 1447 Hijriah, Minggu, 12 April 2026.

Pada kesempatan ini, Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah kembali menegaskan kedekatan historis dan ideologisnya dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Said Abdullah, Jawa Timur sebagai basis kuat perpaduan “ijo-abang” atau kekuatan santri dan nasionalis. Menurutnya, santri merepresentasikan basis NU, sementara “abang” mencerminkan kekuatan nasionalis yang selama ini menjadi basis PDI-P.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dua kekuatan ini sudah mengakar hingga ke tingkat kampung di Jawa Timur,” ujar Said dalam keterangan resminya.

Ketua Banggar DPR RI itu menjelaskan, pembelahan sosial antara santri dan abangan yang pernah menguat sejak era 1950-an kini mulai mencair. Bahkan, sejumlah survei nasional menunjukkan banyak pemilih yang mengidentifikasi diri sebagai warga NU menyalurkan suaranya kepada PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Baliho Rambut Putih, Model Kampanye Nyeni Ala GERAK GP

“Atas dasar itu, PDI-P, khususnya di Jawa Timur, tidak akan meninggalkan NU,” tegasnya.

Said menilai, secara sosial santri dan abangan memiliki banyak kesamaan. Keduanya, kata dia, sama-sama menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan akses pendidikan serta pekerjaan yang layak.

Lebih lanjut, ia memaparkan pembagian peran antara NU dan PDI-P. NU berperan dalam pemberdayaan umat, sementara PDI-P menjalankan fungsi politik melalui kebijakan di tingkat daerah hingga pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kedua pihak juga memiliki kesamaan nilai ideologis, terutama dalam menjunjung Islam wasathiyah atau Islam moderat yang mengedepankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi serta menolak segala bentuk ekstremisme.

“PDI-P juga berpegang pada prinsip tersebut dalam menjalankan politik. Kami ingin Islam hadir sebagai rahmat yang menenangkan, bukan menakutkan, terutama bagi kelompok minoritas,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebut Prabowo Sebelum Puan Maharani di Acara Harlah PKB ke-25, Ini Alasan Gus Muhaimin

Dalam kesempatan itu, Said juga membuka ruang bagi tokoh-tokoh NU untuk berkiprah di PDI Perjuangan. Ia menyebut sejumlah kader dari kalangan NU yang telah bergabung, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami berharap para kiai, gus, bu nyai, dan ning dapat berijtihad politik bersama PDI-P,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan tokoh NU di dunia politik tidak hanya berdampak pada perbaikan kehidupan beragama, tetapi juga memperluas manfaat sosial bagi masyarakat.

Said juga mengulas sejarah halalbihalal yang menjadi bagian penting dalam tradisi politik Indonesia. Ia menyebut istilah tersebut diperkenalkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah kepada Presiden Soekarno pada 1948 sebagai sarana meredakan konflik politik saat itu.

Baca Juga :  Duet Fauzi-Faisal di Pilkada Sumenep Menguat

Selepas Idulfitri tahun tersebut, Soekarno kemudian mengundang tokoh-tokoh politik ke Istana Negara untuk bersilaturahmi dalam forum yang dikenal sebagai halalbihalal.

“Tradisi ini menjadi cara para pendiri bangsa merawat persatuan di tengah perbedaan,” ujarnya.

Ia menilai, halalbihalal tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk meredam ego, membangun kejujuran, dan memperkuat persatuan.

Di tengah perkembangan era digital, Said juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap fenomena “post-truth” atau kaburnya batas antara kebenaran dan kepalsuan, terutama di media sosial.

Menurut politikus asal Sumenep itu, masyarakat perlu memperkuat budaya tabayun, menjaga silaturahmi, serta mengedepankan akal sehat dan hati nurani dalam menyikapi informasi.

“Dalam politik, kami berkomitmen menjaga nilai kejujuran, tidak menghasut, membuka ruang dialog, dan tetap rendah hati dalam perjuangan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Mengenang Kudatuli, PDI Perjuangan Sumenep Perkuat Barisan Perjuangan Rakyat
Muspimnas Perempuan Bangsa Teguhkan Peran Perempuan di Politik
PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura
PDIP Surabaya Perkuat Regenerasi dari Akar Rumput, Kader Gen Z Didorong Masuk Kepengurusan Ranting
PKB Siapkan Harlah Ke-28 dengan Regenerasi Pengurus, Aksi Sosial, dan Bahas Arah Baru Ekonomi Konstitusi
Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah
Hasto Apresiasi Bulan Bung Karno di Blitar, Nilai Ajaran Soekarno Hidup di Tengah Masyarakat
Istana Gebang Bakal Disulap Jadi Ruang Edukasi Kebangsaan Menyenangkan Bagi Gen Z

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:31 WIB

Mengenang Kudatuli, PDI Perjuangan Sumenep Perkuat Barisan Perjuangan Rakyat

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Muspimnas Perempuan Bangsa Teguhkan Peran Perempuan di Politik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:55 WIB

PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:43 WIB

PDIP Surabaya Perkuat Regenerasi dari Akar Rumput, Kader Gen Z Didorong Masuk Kepengurusan Ranting

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:33 WIB

PKB Siapkan Harlah Ke-28 dengan Regenerasi Pengurus, Aksi Sosial, dan Bahas Arah Baru Ekonomi Konstitusi

Berita Terbaru

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Martin Hamonangan (Foto: Istimewa)

Daerah

PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM

Senin, 7 Sep 2026 - 23:27 WIB

Presiden Prabowo (Foto: Istimewa)

Nasional

Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Senin, 7 Sep 2026 - 23:08 WIB