JAKARTA, NOLESA.COM – Di tengah meningkatnya interaksi anak-anak di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat upaya menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.
Dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola untuk Anak Aman dan Sehat Digital (PP Tunas), Direktorat Komunikasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) menggelar Forum Sosialisasi Sahabat Tunas di Sukabumi, Jawa Barat.
Membangun Kesadaran Literasi Digital
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menekankan bahwa literasi digital bagi anak bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga kesadaran untuk menjaga diri dan menghormati orang lain di dunia maya.
“Melalui kegiatan Sahabat Tunas, kami mengajak anak-anak belajar tentang hak dan kewajiban sebagai anak digital yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Pendampingan Anak di Dunia Digital
Fifi menambahkan bahwa pendampingan anak dalam berinteraksi di dunia digital harus dilakukan secara seimbang. Anak perlu memahami kapan waktunya online untuk belajar dan berkreasi, serta kapan saatnya offline untuk bersosialisasi dan beraktivitas di dunia nyata.
PP Tunas: Mengurangi Kekhawatiran Orang Tua
Peneliti dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Annisa Pratiwi Iskandar, menyampaikan bahwa PP Tunas memberi kepastian bagi orang tua bahwa pemerintah hadir dalam melindungi anak di ruang digital.
“Dengan adanya PP Tunas, beban dan kekhawatiran orang tua berkurang karena ada dukungan pemerintah dalam mengatur platform digital untuk mengidentifikasi risiko bagi anak,” ungkapnya.
Komunikasi Terbuka antara Orang Tua dan Anak
Konten kreator Vendryana Ayu Larasati menekankan pentingnya peran keluarga sebagai filter pertama sebelum algoritma.
“Keluarga adalah tempat anak pertama kali belajar. Sebelum anak-anak belajar dari dunia digital, mereka belajar dari orang tua tentang bagaimana bersikap, memilih, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Aktivitas Tanpa Gawai: Membangun Kreativitas dan Keseimbangan
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi dongeng interaktif dan aktivitas “Asyik Tanpa Gadget” seperti melukis, memancing, dan memanen sayur. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata ajakan Kementerian Komunikasi dan Digital agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku kreatif yang mampu menyeimbangkan kehidupan digital dan sosialnya.
Dengan forum seperti Sahabat Tunas, Kementerian Komdigi berharap literasi digital anak dapat tumbuh sejak dini, menjadikan mereka “warga digital hebat” yang cerdas, kreatif, dan beretika. (*)
Penulis : Arif









