SUMENEP, NOLESA.COM – Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Prof. Dr. Rachmad Hidayat, memberikan apresiasi terhadap Program Magang Nasional yang digagas pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
“Program ini sangat bagus karena memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memahami praktik kerja di lapangan,” tutur Prof. Rachmad, dikutip dari RRI Sumenep, Kamis, 30 Oktober 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan, UNIBA Madura sebenarnya telah menerapkan sistem serupa sejak 2018 melalui skema 3M plus 1 — tiga tahun kuliah dan satu tahun magang di perusahaan mitra.
Ketika program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diluncurkan pemerintah pada 2019, UNIBA langsung menyesuaikan kurikulumnya agar sejalan dengan kebijakan nasional tersebut.
“Fokus kami sejak awal adalah menyiapkan lulusan yang cepat terserap dunia kerja. Bahkan, tidak sedikit alumni yang sudah direkrut sebelum mereka diwisuda,” ujarnya.
Prof. Rachmad menilai, kolaborasi antara kampus dan dunia industri melalui magang memberikan keuntungan dua arah.
Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja dan insentif, sedangkan perusahaan berkesempatan menjaring calon tenaga kerja potensial.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya mekanisme seleksi yang lebih terarah agar penempatan peserta magang sesuai kebutuhan perusahaan.
“Perusahaan perlu dilibatkan dalam proses seleksi agar penempatan mahasiswa lebih tepat sasaran,” imbuhnya.
Ia juga mengajak pelaku usaha di Sumenep untuk lebih terbuka terhadap mahasiswa magang.
“Kami berharap perusahaan di Sumenep bisa menampung lebih banyak peserta magang, supaya anak-anak muda di sini bisa belajar dan bekerja tanpa harus keluar daerah,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









