Diskan Sumenep Lunglai, Petani Rumput Laut Terbengkalai

Redaksi Nolesa

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskan Sumenep Lunglai, Petani Rumput Laut Terbengkalai (foto: ist)

Diskan Sumenep Lunglai, Petani Rumput Laut Terbengkalai (foto: ist)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tak kuasa menjawab kebutuhan petani rumput laut. Pasalnya, tiga tahun terakhir tidak ada anggaran untuk budidaya rumput laut.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Edie Ferrydianto, membenarkan tiga tahun terakhir tidak ada anggaran untuk budidaya rumput laut.

Edie menyebut, anggaran terakhir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya ada pada 2022 dengan nilai sekitar Rp100 juta.

“Kita selalu menganggarkan setiap tahunnya,” ujar Edie, Jumat, 26 September 2025.

Kata Edie, pengajuan anggaran budidaya rumput laut sering kali terhambat efisiensi belanja daerah.

“Cuma mungkin karena efisiensi anggaran dan ada prioritas lain,” jelas dia.

Edie menegaskan, hal itu bukan karena dinasnya gagal meyakinkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Baca Juga :  Arinna Premium Hijab Hadirkan Koleksi Terbaru di MUFWAY 2026, Cocok untuk Lebaran

“Bukan. Kan sekarang musim efisiensi. Lagipula mungkin ada prioritas lain,” ujarnya.

Selama ini, budidaya rumput laut di Sumenep hanya mengandalkan bantuan terbatas dari pemerintah provinsi maupun pusat.

“Itu pun tak banyak. Hanya dialokasikan untuk pemberdayaan beberapa kelompok,” jelasnya.

Meski begitu, ia berharap anggaran kembali dialokasikan pada 2026.

“Mudah-mudahan tahun 2026 kita dapat,” harapnya.

Baca Juga :  Ini Alasan OJK - LSAI Terus Sosialisakan Pentingnya Literasi Keuangan

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, H Masdawi, mengingatkan dinas terkait agar tidak abai terhadap petani.

“Minimal kalau minim anggaran. Jangan putus komunikasinya dengan petani. Perhatikan nasib mereka,” pintanya.

Politikus Demokrat itu juga menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah demi menjaga keberlangsungan budidaya rumput laut.

“Kalau tidak. Profesi ini bisa ditinggalkan. Karena petani sudah tidak mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya. (*)

Penulis : Yon

Berita Terkait

Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa, Dosen Ilmu Komunikasi Unpam Gelar Pelatihan Public Speaking di SMKS IPTEK Tangerang Selatan
Mesin Banteng Ponorogo Dipanaskan, Target Kursi DPRD Ditambah
Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Polres Sumenep Dukung Pengembangan Pertanian Melon Berbasis Smart Farming
Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:21 WIB

Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa, Dosen Ilmu Komunikasi Unpam Gelar Pelatihan Public Speaking di SMKS IPTEK Tangerang Selatan

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:10 WIB

Mesin Banteng Ponorogo Dipanaskan, Target Kursi DPRD Ditambah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:23 WIB

Polres Sumenep Dukung Pengembangan Pertanian Melon Berbasis Smart Farming

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:03 WIB

Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM

Resensi Buku

Pahlawan Gagal, Refleksi dari Avengers: Endgame

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:44 WIB

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono (Foto: Istimewa)

Politik

Mesin Banteng Ponorogo Dipanaskan, Target Kursi DPRD Ditambah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:10 WIB