SURABAYA, NOLESA.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama ratusan kader partai melakukan aksi penanaman ribuan bibit mangrove di Kebun Raya Mangrove, Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi simbol nyata komitmen partai berlambang banteng moncong putih dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir.
Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen partai dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini, pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, jajaran DPC serta kader PDI Perjuangan Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, sejumlah tokoh nasional turut ambil bagian, termasuk akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung. Penanaman mangrove ini disambut antusias sebagai wujud kolaborasi antara politik, lingkungan, dan partisipasi publik.
Hasto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan yang digelar pada 10–12 Januari 2026. Salah satu agenda utama Rakernas adalah penguatan politik ekologi sebagai respons atas kerusakan lingkungan akibat eksploitasi berlebihan.
“Ini adalah kelanjutan dari Rakernas tentang politik ekologi merawat Pertiwi, penghijauan. Kita bayangkan sekiranya seluruh wilayah pantai dilindungi mangrove ini kan jadi benteng hidup dari tsunami dan ini sangat kokoh. Ini juga menghasilkan oksigen,” ujar Hasto usai penanaman mangrove.
Ia menekankan bahwa mangrove memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai penahan abrasi dan mitigasi bencana, tetapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Hasto menyebut, jika Jakarta dikenal dengan proyek Giant Sea Wall, maka Surabaya memiliki “Mangrove Sea Wall” yang lebih alami dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengapresiasi peran Tri Rismaharini yang dinilainya memiliki kepekaan tinggi terhadap isu lingkungan sejak menjabat Wali Kota Surabaya selama dua periode.
Menurutnya, Risma telah membuktikan bahwa perencanaan tata kota yang berpihak pada lingkungan mampu mengubah wajah peradaban.
“Ini Bu Risma jadi ikon bagaimana perencanaan tata kota jadi simbol peradaban. Indikasinya sederhana, dilihat trotoarnya bagus, ada taman kota, perpustakaan itu cermin peradaban yang penting,” tuturnya.
Rocky Gerung turut memberikan pandangannya. Ia menilai aksi tanam mangrove tersebut menunjukkan bahwa PDI Perjuangan mampu mengintegrasikan politik dengan kepedulian lingkungan secara nyata.
“Pemimpin itu dimulai dari situ. Lewat mangrove ini, Bu Risma juga menurunkan ‘tekanan darah’ dari Surabaya yang tiap hari panas,” kata Rocky.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan komitmen pemerintah kota untuk melanjutkan dan mengembangkan kebijakan lingkungan yang telah dirintis sebelumnya.
“Pondasinya sudah dibangun, tinggal interiornya,” ujarnya, merujuk pada pengembangan kawasan mangrove sebagai ruang edukasi dan ekonomi rakyat.
Usai kegiatan di Kebun Raya Mangrove, Hasto dan rombongan melanjutkan agenda ke Taman Harmoni dan Balai Pemuda Surabaya untuk menghadiri talkshow bertema Spirit of Humanity and Human Solidarity, yang menyasar generasi muda sebagai penggerak nilai-nilai kemanusiaan. (*)
Penulis : Arif









