SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar bangsa dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang, semangat Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng. mengatakan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga menjadi landasan moral dan etika bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan dan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada capaian fisik semata, tetapi juga mampu mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Nilai-nilai Pancasila merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ujar Kaban Arif, Senin, 1 Juni 2026.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan saat ini menuntut aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kapasitas, inovasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, semangat gotong royong, keadilan, serta kemanusiaan yang menjadi inti dari Pancasila harus terus diimplementasikan dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan.
Kaban Arif menilai ASN memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan daerah. Karena itu, keberadaan ASN tidak boleh hanya dipandang sebagai pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai pelayan publik yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.
“ASN dituntut tidak hanya bekerja berdasarkan target administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh elemen pemerintahan untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani, pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menurut mantan Kepala DKPP Sumenep itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program dan angka statistik, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran pemerintah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, semangat Pancasila harus terus menjadi ruh dalam setiap langkah pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Sumenep yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (*)
Penulis : Rusydiyono









