Pemkab Sumenep Bentengi Pelajar dari Risiko Kesehatan dengan Sosialisasi dan Pembinaan UKS/M

Redaksi Nolesa

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi UKS/M oleh Pemkab Sumenep (Foto: Istimewa)

Sosialisasi UKS/M oleh Pemkab Sumenep (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus melaksanakan sosialisasi dan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di sejumlah lembaga pendidikan. Hal itu merupakan ikhtiar membentengi pelajar dari berbagai risiko kesehatan sejak usia dini.

Program UKS/M ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumenep memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan, terutama dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pembinaan UKS/M melibatkan unsur sekolah dan madrasah, mulai dari kepala sekolah, guru UKS/M, guru kelas hingga kader Tiwisada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setdakab Sumenep, Abd. Said, S.Sos.I, mengatakan, penguatan UKS/M penting dilakukan secara berkelanjutan karena sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan sehat sejak usia dini.

Baca Juga :  Pakaya Ate Kreasi SDN Juluk II Diapresiasi Bupati Ra Fauzi

Menurutnya, keberadaan UKS/M tidak sebatas berkaitan dengan kebersihan lingkungan sekolah atau penanganan ketika siswa mengalami gangguan kesehatan. Lebih dari itu, UKS/M harus menjadi sarana edukasi untuk membekali pelajar agar mampu menjaga kesehatan sekaligus menghindari berbagai perilaku berisiko.

“Pembinaan UKS/M diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan kader tentang perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai persoalan kesehatan,” kata Kabag Said.

Dalam kegiatan pembinaan, para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai buku rapor kesehatan dan buku informasi kesehatan. Materi yang disampaikan juga mencakup delapan golongan pembinaan UKS/M serta berbagai persoalan kesehatan yang rentan dialami anak dan remaja.

Baca Juga :  Upaya Pemprov DKI Jakarta dalam Menjaga Stok Pangan

Persoalan tersebut di antaranya kenakalan remaja, bahaya merokok, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pranikah, kecacingan, anemia, hingga hepatitis.

Pemkab Sumenep juga mendorong kader Tiwisada agar tidak hanya memahami materi kesehatan yang diberikan, tetapi turut menjadi penggerak PHBS di lingkungan pendidikan.

“Tentu kami berharap kader tidak hanya mengetahui materi kesehatan, tetapi juga mampu menyampaikan kembali informasi tersebut kepada teman sebaya,” harapnya.

Meski demikian, hasil pembinaan masih menemukan adanya keterbatasan pemahaman kader Tiwisada terkait PHBS maupun informasi kesehatan yang terdapat dalam buku informasi kesehatan.

“Meski demikian, pembinaan menemukan masih adanya keterbatasan pengetahuan kader Tiwisada mengenai PHBS dan informasi kesehatan yang terdapat dalam buku informasi kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Lolos Didanai Belmawa, Srikandi Maheswari IKMK UNY Lakukan Pemberdayaan Perempuan

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi Pemkab Sumenep untuk terus memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dan madrasah. Pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Pemkab Sumenep berharap penguatan UKS/M di sejumlah lembaga pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang semakin sehat sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran dan pengetahuan lebih baik dalam menjaga kesehatan. (*)

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton
Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi
BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU
Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas
Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Ayam Bekisar Lewat Lomba Nasional
Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026
Cegah Kebakaran, Warga Sumenep Diminta Hindari Pembakaran Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:11 WIB

BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB