Pasca Idulfitri 1447 H, Pendatang di Surabaya Wajib Punya Pekerjaan

Redaksi Nolesa

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasca Idulfitri 1447 H, Pendatang di Surabaya Wajib Punya Pekerjaan (Foto: Istimewa)

Pasca Idulfitri 1447 H, Pendatang di Surabaya Wajib Punya Pekerjaan (Foto: Istimewa)

SURABAYA, NOLESA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menerapkan kebijakan baru bagi pendatang. Kebijakan ini mulai diterapkan setelah hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kebijakan Pemkot Surabaya ini mewajibkan bagi setiap warga dari luar daerah agar memiliki pekerjaan serta melapor hingga tingkat Rukun Warga (RW).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengungkapkan kebijakan tersebut diambil seiring meningkatnya mobilitas masyarakat setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, yang kerap menjadi momentum perpindahan penduduk ke kota besar guna mencari rezeki.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan pengawasan akan dilakukan hingga tingkat RW. Setiap pendatang wajib melaporkan identitas, tujuan kedatangan, serta pekerjaan yang akan dilakukan.

“Kita akan menjaga kota ini dengan melakukan pengawasan siapa saja yang masuk ke Kota Surabaya, termasuk pekerjaannya apa,” kata Walkot Eri, Minggu kemarin, 22 Maret 2026.

Walkot Eri juga menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak akan memberi ruang bagi pendatang yang datang tanpa kejelasan pekerjaan.

Baca Juga :  Cek Kesehatan Gratis Menunjukkan Tren Positif, Kapus Batang-Batang Optimis Capai 100 Persen

“Kalau tidak punya pekerjaan, ya kami perketat. Kami persilakan untuk tidak masuk ke Surabaya,” tegas dia.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga ketertiban kota sekaligus menekan potensi meningkatnya angka pengangguran terbuka pasca Lebaran.

Selain itu, kebijakan ini juga untuk mengantisipasi risiko sosial, seperti meningkatnya angka kriminalitas hingga bertambahnya gelandangan dan pengemis di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Kembangkan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi, Bappeda Sumenep Gandeng Universitas Jember

“Dengan begitu kita bisa mengetahui berapa warga Surabaya dan berapa pendatang, serta mereka bekerja apa. Ini penting untuk menjaga keamanan Kota Surabaya,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Eri juga menambahkan, seluruh pendatang, termasuk yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), wajib melapor kepada pengurus wilayah setempat.

“Kalau ada pendatang yang masuk, misalnya menjadi ART, mohon maaf tetap harus lapor ke RW,” tandas Walkot Eri. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Polres Sumenep Dukung Pengembangan Pertanian Melon Berbasis Smart Farming
Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram
Jumlah Hewan Kurban Pemkab Sumenep Naik Dibanding Tahun Lalu
Said Abdullah Kembali Salurkan Hewan Kurban, Khusus Madura Sebanyak 298 Ekor Sapi

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:03 WIB

Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:07 WIB

Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB