SUMENEP, NOLESA.COM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Heru Santoso mengatakan Investor asal Prancis telah mengajukan rencana pengembangan Pulau Sitabok, Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep menjadi kawasan wisata.
Menurut Kadis Heru, Pulau Sitabok ini nantinya menyasar wisatawan Timur Tengah dengan konsep tanpa alkohol dan tanpa bikini.
Adapun rencana investasinya, lanjut Kadis Heru, masih dalam proses perizinan di kementerian yang menangani urusan kelautan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses perizinan ke Kementerian Kelautan, karena untuk pengelolaan pulau-pulau kecil itu harus ke kementerian dulu pemanfaatannya, izin-izin awalnya, baru nanti ke daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, investor tersebut telah mempresentasikan rencana pengembangan Pulau Sitabok kepada DPMPTSP Sumenep, tetapi belum ada kesepakatan final dengan pemerintah daerah karena masih menunggu persetujuan kementerian terkait.
Kadis Heru menyebut, pemanfaatan pulau-pulau kecil untuk kegiatan usaha harus melalui tahapan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum proses perizinan dilanjutkan di tingkat daerah.
Karena itu, pemerintah daerah belum dapat memastikan waktu realisasi maupun fasilitas yang akan dibangun di kawasan wisata tersebut.
Meski demikian, Pemkab Sumenep terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami ingin mempermudah proses investasi, jangan sampai orang mau berusaha di Sumenep dipersulit selama ada kemanfaatan kepada masyarakat, dan Pemkab sangat mendukung,” tandasnya.
Untuk diketahui, Pulau Sitabok berada di kawasan Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan karakteristik pulau kecil yang dikelilingi perairan laut dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.
Daya tarik pulau ini terletak pada panorama pantai, hamparan pasir putih, serta perairan jernih berwarna biru kehijauan yang berpotensi mendukung aktivitas snorkeling dan penyelaman untuk menikmati keindahan bawah laut.
Letaknya di wilayah kepulauan membuat Pulau Sitabok memiliki tantangan tersendiri dari sisi aksesibilitas, sehingga pengembangan pariwisatanya perlu mempertimbangkan transportasi, kelestarian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat setempat. (yon/ra)






