SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Maritim Sedunia yang pada 2026 jatuh pada 24 September menjadi momentum untuk kembali melihat besarnya peran laut bagi kehidupan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang memiliki wilayah kepulauan dan ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut, sektor maritim tidak hanya berkaitan dengan sumber daya perikanan, tetapi juga konektivitas, perdagangan, dan pemerataan pembangunan.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan potensi kemaritiman harus dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan sektor kelautan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumenep. Karena itu, potensi kemaritiman harus dikelola secara bijak agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai daerah kepulauan, keberadaan transportasi laut juga memiliki posisi strategis. Jalur laut menjadi penghubung utama antarpulau, sekaligus mendukung mobilitas warga dan distribusi berbagai kebutuhan.
Pemkab Sumenep pada 2026 juga mendapat penghargaan tingkat Jawa Timur atas upaya penguatan konektivitas wilayah kepulauan melalui sektor transportasi laut.
Bupati Fauzi menilai pengembangan sektor maritim harus menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Nelayan, pelaku usaha perikanan, masyarakat pesisir, hingga pelaku ekonomi di wilayah kepulauan perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
Pemkab Sumenep sebelumnya juga berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan, termasuk pengembangan sumber daya manusia serta potensi Pulau Pagerungan Kecil sebagai kawasan industri perikanan.
Hari Maritim Sedunia sendiri diperingati setiap Kamis terakhir September dan pada 2026 bertepatan dengan 24 September. Peringatan ini menjadi pengingat mengenai pentingnya sektor maritim dan peran masyarakat yang bekerja di dalamnya.
Bagi Sumenep, momentum tersebut menjadi refleksi untuk terus menjadikan laut sebagai ruang pertumbuhan ekonomi sekaligus bagian penting dari masa depan pembangunan daerah. (yon/ra)






