SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia (World Youth Skills Day) setiap 15 Juli menjadi momentum penting untuk memperkuat investasi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, peningkatan keterampilan pemuda bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan tantangan pembangunan saat ini menuntut lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, dunia kerja, serta kebutuhan pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM telah menjadi salah satu fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumenep. Karena itu, berbagai kebijakan pembangunan terus diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pelatihan, memperkuat inovasi, hingga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
“Hari Keterampilan Pemuda Sedunia menjadi pengingat bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, pembangunan SDM harus terus menjadi prioritas agar pemuda Sumenep memiliki kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Arif Firmanto, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Bappeda berperan memastikan setiap program pembangunan memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan kualitas manusia. Perencanaan pembangunan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta penguasaan teknologi.
Kaban Arif menilai, bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia hanya akan menjadi peluang apabila diiringi dengan peningkatan keterampilan generasi muda. Sebaliknya, tanpa SDM yang berkualitas, bonus demografi justru dapat menjadi tantangan bagi pembangunan.
Karena itu, Bappeda terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mampu melahirkan pemuda kreatif, inovatif, dan produktif.
“Harapan kami, pemuda Sumenep tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional maupun global, tetapi juga mampu menjadi pelopor pembangunan daerah melalui inovasi, kewirausahaan, serta semangat mengabdi kepada masyarakat. SDM yang unggul adalah fondasi utama menuju Sumenep yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









