DKPP Sumenep Siapkan Hilirisasi Kelapa dan Mente Mulai 2026

Redaksi Nolesa

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKPP Sumenep, Dewo Ringgih (foto: istimewa)

Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKPP Sumenep, Dewo Ringgih (foto: istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan memulai program hilirisasi dua komoditas unggulan, yakni kelapa dan mente, pada tahun 2026.

Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKPP Sumenep, Dewo Ringgih, mengatakan pemilihan kedua komoditas karena memiliki potensi besar dan daya saing tinggi di pasar regional maupun nasional.

Baca Juga :  Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Jamin Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Maksimal Selama Libur Idul Fitri

“Komoditas perkebunan Sumenep yang menjadi fokus adalah kelapa dan mente. Untuk kelapa, Sumenep memiliki populasi terbesar di Jawa Timur. Sedangkan mente, meski tidak terbesar, kualitasnya sangat berdaya saing,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewo menjelaskan, program hilirisasi akan dijalankan secara bertahap dengan tahap awal berfokus pada penguatan sektor hulu, mencakup identifikasi lahan potensial, perluasan area tanam, serta peremajaan bibit.

Baca Juga :  Teka Teki Bupati Ji Fauzi Naikkan Jabatan Istri Politisi PKB

“Tahun 2026 kita mulai dari hulu, yaitu perluasan area tanam. Setelah itu, dilanjutkan dengan peremajaan bibit,” terangnya.

Langkah ini, lanjutnya, tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga memperkuat pondasi ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

Baca Juga :  Wabup Kiai Imam Apresiasi Satlantas dan Himbauan kepada Masyarakat Sumenep Terkait Operasi Patuh Semeru 2025

Program hilirisasi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Sumenep punya potensi besar di sektor perkebunan. Melalui program ini, kami ingin potensi itu benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa
Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan
Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
Wabup Sumenep Dorong MEC Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Gus Muhaimin Dorong Lulusan Universitas Ibrahimy Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 September 2026 - 07:05 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Kamis, 24 September 2026 - 14:17 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Kamis, 24 September 2026 - 13:28 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB