Agar Tidak Ngambang, Naskah Akademik Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Direvisi

Redaksi Nolesa

Jumat, 19 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pansus I DPRD Sumenep H. Sami'oeddin (Foto : istimewa)

Ketua Pansus I DPRD Sumenep H. Sami'oeddin (Foto : istimewa)

Sumenep, NOLESA.com – Pansus I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur bakal rampungkan naskah akademik (NA) rancangan peraturan daerah (Raperda) perlindungan dan pemberdayaan petani.

Ketua Pansus I DPRD Sumenep H. Sami’oeddin menjelaskan saat ini Raperda perlindungan dan pemberdayaan petani mash belum rampung dan masih dalam proses pembahasan. Alasannya, karena ada beberapa poin yang harus direvisi atau diperbaiki.

Yang harus direvisi yakni terkait pematangan dan melakukan sinkronisasi secara detail. Adapun tujuannya agar nanti kalau sudah jadi perda hasilnya maksimal dan sempurna.

“Saat ini naskah akademik raperda itu masih ada beberapa poin yang harus direvisi,” terang Kiai Samik sapaan akrabnya.

Politisi PKB itu mengungkapkan revisi naskah akademik itu sesuai kesepakatan pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) selaku OPD yang berwenang.

Baca Juga :  Kader PDIP Masalembu Ketuk Pintu Langit di Maqbaroh Muassis NU

“Salah satu poinnya memuat tentang teknis distribusi pupuk. Semula diatur melalui aplikasi E-Pubers akan diubah menjadi T-Pubers. Selain itu, pembagian pupuk akan mengedepankan sistem hamparan,” paparnya.

Nantinya dengan lahirnya perda tersebut, akan mengatur warga yang memiliki lahan di desa lain dam tetap akan diprioritaskan mendapat jatah pupuk.

“Tujuannya, mendorong peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.

Kiai Samik berharap setelah Raperda itu menjadi perda bisa menjadi payung hukum bagi para petani. Maka dari itu untuk merampungkannya butuh pematangan dan komitmen dengan dinas terkait.

Baca Juga :  PCNU Sumenep Awali Hari Santri Nasional 2023 dengan Istigasah Keselamatan Lingkungan

“Sehingga outputnya jelas dan tidak mengambang,” tegas dia.

Kiai Samik juga mengajak agar semua pihak benar-benar berkomitmen untuk mengawal Raperda perlindungan dan pemberdayaan petani itu. Karena masalah pertanian termasuk hal yang urgen untuk diperjuangkan.

Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Inilah 9 Figur yang Berebut Rekom Cawabup Sumenep dari PDI Perjuangan
Catatan dan Apresiasi Ketua DPRD Sumenep Terkait Festival Jaran Serek
BPRS Bhakti Sumekar Sukses Gelar Jelajah Literasi Keuangan, Bupati Fauzi: Ini Program Luar Biasa
Cerdas Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Ajak 50 Penulis Belajar ke OJK Surabaya
Bupati Fauzi: UMKM-Event Salah Satu Rumus Meningkatkan Ekonomi Sumenep
Ingat Pilpres, Direktur Jong Sumekar: Mestinya Kiai Unis Juga Mendaftar di PDI Perjuangan
Rangkaian Pilkada Sumenep 2024 Diawali Isu Jual Beli Rekrutmen PPK dan PPS
Global Santri Fest 2024 Sukses Digelar, Peluang Pendidikan ke Amerika untuk Santri Indonesia Kian Terbuka

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 11:00 WIB

Inilah 9 Figur yang Berebut Rekom Cawabup Sumenep dari PDI Perjuangan

Minggu, 19 Mei 2024 - 10:35 WIB

Catatan dan Apresiasi Ketua DPRD Sumenep Terkait Festival Jaran Serek

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:40 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Sukses Gelar Jelajah Literasi Keuangan, Bupati Fauzi: Ini Program Luar Biasa

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:04 WIB

Cerdas Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Ajak 50 Penulis Belajar ke OJK Surabaya

Kamis, 16 Mei 2024 - 20:00 WIB

Bupati Fauzi: UMKM-Event Salah Satu Rumus Meningkatkan Ekonomi Sumenep

Kamis, 16 Mei 2024 - 15:29 WIB

Ingat Pilpres, Direktur Jong Sumekar: Mestinya Kiai Unis Juga Mendaftar di PDI Perjuangan

Rabu, 15 Mei 2024 - 18:08 WIB

Rangkaian Pilkada Sumenep 2024 Diawali Isu Jual Beli Rekrutmen PPK dan PPS

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:53 WIB

Global Santri Fest 2024 Sukses Digelar, Peluang Pendidikan ke Amerika untuk Santri Indonesia Kian Terbuka

Berita Terbaru

Inspirasi

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Shinta Faradina Shelmi (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Khoirus Safi' (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB