10 Kasus Pencabulan Anak di Sumenep, DPRD Desak Pemerintah Perkuat Pencegahan

Redaksi Nolesa

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samiuddin (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samiuddin (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Sebanyak 10 kasus dugaan pencabulan atau persetubuhan terhadap anak tercatat di Kabupaten Sumenep sepanjang 2026.

Komisi IV DPRD Sumenep meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan setelah kasus terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan untuk menekan potensi kekerasan seksual terhadap anak.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak harus menjadi perhatian khusus pemerintah. Munculnya sejumlah kasus, kata dia, menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih serius.

“Kasus pencabulan ini harus menjadi atensi khusus pemerintah. Jangan bergerak ketika sudah ada korban,” katanya, Kamis (17/9).

Menurut Sami’oeddin, perlindungan terhadap anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga sebagai lingkungan terdekat anak juga memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan dan membangun komunikasi.

Baca Juga :  Muskercab PCNU Sumenep akan Digelar Ahad, Ini Teman dan Lokasinya 

“Pengawasan terhadap anak harus diperkuat. Keluarga dan lingkungan juga memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat. Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi maupun perilaku anak.

Baca Juga :  Solusi Cepat Bayar Pajak BPHTB di Sumenep

“Jangan sampai anak yang seharusnya mendapatkan rasa aman dan nyaman justru menjadi korban. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah,” tandasnya. (yon/ra)

Berita Terkait

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa
Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan
Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
Wabup Sumenep Dorong MEC Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Gus Muhaimin Dorong Lulusan Universitas Ibrahimy Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 September 2026 - 07:05 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Kamis, 24 September 2026 - 14:17 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Kamis, 24 September 2026 - 13:28 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB