Para Tamu Istimewa Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI 2026

Redaksi Nolesa

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NOLESA.COM — Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Di tengah deretan pejabat negara dan tokoh politik yang hadir, Presiden Prabowo Subianto secara khusus memperkenalkan delapan warga yang menjadi tamu istimewa dalam agenda kenegaraan tersebut.

Kedelapan warga itu bukan berasal dari kalangan pejabat, politisi, maupun tokoh elite. Mereka merupakan masyarakat yang disebut Prabowo merasakan langsung manfaat sejumlah program pemerintah, mulai dari kebijakan pupuk, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, bantuan sosial, bantuan perbaikan rumah, hingga KPR subsidi.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari narasi Presiden mengenai berbagai program pemerintah yang diklaim mulai memberikan dampak kepada masyarakat. Satu per satu, Prabowo memperkenalkan mereka di hadapan peserta sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut delapan tamu istimewa yang diperkenalkan Presiden Prabowo:

1. Joko Purnomo, petani dari Ngawi

Tamu pertama yang diperkenalkan Prabowo adalah Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwasari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Prabowo menyebut Joko telah sekitar 20 tahun menjadi petani. Ia disebut merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah terkait pupuk dan teknologi pertanian.

Menurut Prabowo, produktivitas pertanian Joko kini mencapai sekitar 9 ton padi per hektare dengan pola panen hingga tiga kali dalam setahun.

“Pak Joko telah 20 tahun bertani dan teknologi dan pupuk yang telah disediakan pemerintah. Ia sekarang bisa panen tiga kali setahun, dengan produktivitas 9 ton padi per hektare,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga :  Hasto Ungkap Alasan Senapati Nusantara Perjuangkan 25 November sebagai Hari Keris Nasional

2. Kristina Beno, siswi dari Merauke

Tamu berikutnya adalah Kristina Beno, siswi kelas VI sekolah dasar asal Merauke, Papua Selatan.

Kristina hadir sebagai salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengatakan program tersebut membantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus mengikuti pelajaran, serta lebih rajin hadir di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo bahkan menyampaikan harapan agar Kristina suatu hari nanti dapat berada di posisi sebagai orang yang duduk di parlemen.

3. Muhammad Risky Pratama, siswa Sekolah Rakyat

Nama ketiga adalah Muhammad Risky Pratama, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan yang berusia 12 tahun.

Prabowo menceritakan bahwa sebelum masuk Sekolah Rakyat, Risky pernah mengalami kondisi sulit. Ia harus mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.

Risky juga sempat putus sekolah dan belum lancar membaca maupun berhitung. Melalui Sekolah Rakyat, ia kembali memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Kisah Risky menjadi salah satu contoh yang digunakan Prabowo untuk menggambarkan tujuan program Sekolah Rakyat dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

4. Citra Nur Ramadhani, siswi dari Pangkajene dan Kepulauan

Citra Nur Ramadhani merupakan siswa Sekolah Rakyat dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Prabowo mengatakan Citra hampir berhenti sekolah ketika duduk di kelas IV SD. Saat itu, Citra harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Ketahanan Bangsa di Tengah Arus Globalisasi, Said Abdullah Tekankan Peran Pertahanan Semesta

Melalui Sekolah Rakyat, Citra kembali memperoleh kesempatan untuk bersekolah tanpa harus meninggalkan keluarganya dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sulit.

Citra juga disebut memiliki prestasi di bidang olahraga. Ia berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.

Dalam momen tersebut, Prabowo sempat berbincang dengan Citra dan menanyakan usianya yang masih 10 tahun.

5. Susanah, penerima PKH dan Program Sembako

Tamu kelima adalah Susanah dari Kabupaten Bogor.

Susanah merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh harian dengan mengupas bawang dan memperoleh upah sekitar Rp700 per kilogram.

Menurut Prabowo, bantuan pemerintah yang diterima Susanah turut membantu mempertahankan keberlangsungan pendidikan anak-anaknya.

Kehadiran Susanah sekaligus menjadi gambaran kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial pemerintah.

6. Margarelitha Rohi, penerima bansos ATENSI dari Kupang

Selanjutnya ada Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Margarelitha diperkenalkan sebagai penerima manfaat bantuan sosial ATENSI. Prabowo menceritakan bahwa sejak kecil Margarelitha hidup dalam kondisi sulit dan tidak pernah memperoleh pendidikan formal.

Pada usia 38 tahun, Margarelitha masih bekerja dengan berdagang sekaligus merawat tantenya yang telah berusia 80 tahun.

Bantuan sosial ATENSI berupa beras dan minyak disebut menjadi salah satu penopang kebutuhan keluarganya.

7. Thelma Humena, penerima bantuan perbaikan rumah

Tamu ketujuh adalah Thelma Humena dari Kota Manado, Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan

Thelma merupakan penerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sebelum memperoleh bantuan, kondisi rumahnya disebut memiliki sejumlah persoalan, mulai dari fondasi yang rapuh hingga kerusakan pada dinding, lantai, dan atap.

Melalui program BSPS, keluarga Thelma dapat memperbaiki rumah mereka sehingga memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

8. Andre Kawaru, penerima KPR subsidi

Tamu terakhir yang diperkenalkan Prabowo adalah Andre Kawaru dari Samarinda.

Andre sehari-hari bekerja sebagai pedagang kelinci yang berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan.

Kondisi tersebut berubah setelah Andre memperoleh akses KPR Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Melalui program tersebut, Andre kini dapat memiliki rumah sendiri.

Prabowo menilai rumah bukan hanya persoalan kepemilikan aset, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman, martabat, dan masa depan keluarga.

Kehadiran delapan warga tersebut membuat Sidang Tahunan MPR 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para elite negara. Presiden Prabowo menjadikan mereka sebagai representasi masyarakat yang disebut telah merasakan langsung berbagai program pemerintah.

Delapan sosok tersebut juga memperlihatkan spektrum program yang menjadi perhatian pemerintah, mulai dari sektor pertanian dan pangan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga perumahan.

Dengan memperkenalkan mereka di hadapan forum kenegaraan, Prabowo sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan pemerintah pada akhirnya hendak diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.

Penulis : Wail Arrifqi

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB