SUMENEP, NOLESA.COM – Sekolah Menengah Atas (SMA) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Masalembu, Sumenep, menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam.
Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam ini dilaksanakan Aula SMA DDI Kecamatan Masalembu dari tanggal 13-14 November 2025.
Tujuan diadakannya acara tersebut sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di wilayah kepulauan, khususnya di pulau yang jantung nusantara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi strategi percepatan pemerataan kualitas pendidikan di daerah kepulauan Masalembu.
Kepala SMA DDI Masalembu sekaligus pengawas sekolah, A. Hamzah Fansuri Basar, menjelaskan bahwa workshop ini difokuskan pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) berbasis pembelajaran mendalam.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengimbaskan pendekatan pembelajaran mendalam terhadap sekolah-sekolah kepulauan, khususnya di Kepulauan Masalembu,” jelasnya, Kamis, 13 November 2025.
Hamzah menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi kunci untuk mendorong kualitas pembelajaran di wilayah terpencil. Dengan pelatihan seperti ini, guru-guru di pulau diharapkan tidak tertinggal dalam menerapkan inovasi kurikulum dan metode pengajaran sebagaimana diterapkan di sekolah-sekolah daratan.
Menurut Hamzah, program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam mempersempit kesenjangan pendidikan antarwilayah.
Pemerataan kualitas pendidikan, lanjutnya, tidak hanya tentang infrastruktur, melainkan juga kompetensi guru sebagai ujung tombak keberhasilan pembelajaran.
“Peningkatan sumber daya tenaga pendidik inilah yang diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.
Workshop ini diikuti oleh tiga sekolah yang berada di Kecamatan Masalembu, yakni SMA DDI Masalembu, SMA DDI Air Hidup Keramian, dan SMK Ismaeily Masalembu. Selama dua hari penuh, peserta dibimbing menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal kepulauan, sekaligus memperkuat pemahaman akan konsep pembelajaran mendalam yang menekankan pada analisis, kreativitas, dan refleksi peserta didik.
Selain pelatihan teknis penyusunan RPP dan KSP, kegiatan ini juga memuat sesi diskusi kolaboratif antar guru untuk berbagi praktik baik dalam mengatasi tantangan pendidikan di wilayah terpencil.
Menurut Hamzah, pembelajaran mendalam bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang kemampuan guru menciptakan lingkungan belajar yang menantang, reflektif, dan kontekstual bagi siswa.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata pembinaan berkelanjutan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terhadap sekolah-sekolah kepulauan. Melalui bimbingan intensif, diharapkan ada peningkatan kompetensi profesional guru yang berdampak langsung pada kualitas peserta didik.
“Harapannya yaitu meningkatnya kompetensi guru di Kepulauan Masalembu, agar kualitas pendidikan di sini tidak tertinggal dari sekolah di daratan,” tandasnya.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi pendidikan di kepulauan untuk menegaskan bahwa keterpencilan geografis bukan penghalang bagi lahirnya inovasi.
Dengan semangat kolaboratif dan dukungan dari pemerintah daerah, SMA DDI Masalembu dan sekolah-sekolah lainnya diharapkan mampu menjadi model penerapan pembelajaran mendalam yang relevan, adaptif, dan berpihak pada peserta didik di wilayah terpencil. (*)
Penulis : Rusydiyono









